Jaga Kebugaran dengan Cardio Dance

1911
BAKAR KALORI : Latin dance mengkombinasikan gerakan salsa, march, merrengue, chumbia, bachata, hingga flamengo untuk melatih jantung dan membakar lemak. (Nurul pratidina/jawa pos radar semarang)
BAKAR KALORI : Latin dance mengkombinasikan gerakan salsa, march, merrengue, chumbia, bachata, hingga flamengo untuk melatih jantung dan membakar lemak. (Nurul pratidina/jawa pos radar semarang)

Cardio dance belakangan makin diminati. Olahraga yang ditujukan melatih jantung ini dibalut dalam berbagai gerakan tari dengan iringan irama musik. Sehingga berolahraga terasa lebih menyenangkan dan jauh dari kata membosankan.

Instruktur Celebrity Fitness Semarang, Daniello mengungkapkan, banyak ragam variasi cardio dance. Salah satunya adalah Flavor Class yang mengkombinasikan berbagai gerakan ala latin dance menjadi satu koreografi yang menarik.

“Musik ala latin dance ini mudah diterima oleh telinga, begitu pula dengan gerakan-gerakan dasarnya yang tidak terlalu sulit diikuti,” ujarnya saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Satu rangkaian latihan rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu jam. Lima menit pertama digunakan untuk stretching atau peregangan otot, kemudian masuk ke gerakan inti dengan beberapa koreografi yang diiringi oleh lagu-lagu yang sedang hits, kemudian lima menit terakhir dihabiskan untuk pendinginan.

Pada sesi inti, biasanya memainkan antara empat hingga delapan koreografi gerakan. Koreografi layaknya kita sedang menari ini yang membuat mood terasa lebih baik. Tak terasa badan sudah berkeringat, kalori pun terbakar. “Gerakannya pun tidak rumit, namun tetap menarik dan bisa membakar kalori antara 400 – 500 kilo per jam. Bahkan, gerakan tidak harus serupa, karena tiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan diri dalam menari,” ujarnya.

Beberapa dasar gerakan yang dikombinasikan diantaranya salsa, march, merrengue, chumbia, bachata, hingga flamengo. Tujuan utama latihan ini memang untuk melatih jantung dan membakar lemak, namun gerakan-gerakan dasar latin dance yang dipilih ternyata juga berfungsi memperbaiki postur tubuh.

Latin dance identik dengan cara berdiri yang tegap. Ini membantu untuk memperbaiki postur kita. Kemudian dikombinasi dengan berbagai gerakan lain yang fokus pada pinggul, bahu dan lainnya, sehingga tubuh tidak kaku,” ujarnya.

Karena berkaitan dengan ketukan dan gerakan yang disesuaikan dengan irama, cardio dance juga diyakini mencegah dementia serta menekan stres. “Bagi yang tidak terbiasa menari, mungkin awalnya agak kaku, tapi dalam beberapa kali latihan akan bisa mengikuti dan menyenangkan. Sehingga mengangkat mood dan melepas stres,” ujarnya. (dna/ric)