Tertarik Karena Industri Berjangka Sangat Liquid

Syaiful Bachri, Branch Manager Semarang PT Rifan Financindo Berjangka dan Pialang Berjangka

1072
Syaiful Bahri
Syaiful Bahri

BEKERJA di perusahaan bursa berjangka, sebesar PT Rifan Financindo Berjangka adalah cita-cita Syaiful Bachri. Pasalnya, lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Komputer, Universitas Gunadarma Jakarta ini, sudah familiar dengan aktivitas di lantai bursa sejak zaman kuliah dulu. Hal itu menguatkan tekadnya untuk bekerja dan mendalami berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas di pasar modal selepas kuliah tahun 1999 silam.

“Waktu kuliah, saya suka nongkrong di pusat referensi pasar modal. Saya sering baca prospektus  perusahaan (profil perusahaan dan laporan tahunan). Saya juga sering melihat orang melakukan transaksi di lantai bursa efek. Di situ ada ketertarikan. Tiap hari bertemu dengan orang-orang potensial yang berbeda latar belakang,” tutur ayah 2 anak yang tahun 2017 ini bertekad melanjutkan kuliah di bidang manajemen.

Semula memang tidak langsung terjun di industri berjangka. Karena industri berjangka baru berdiri sekitar tahun 2000. Sedangkan Bursa Efek Jakarta (BEJ), sudah lebih dulu ada dan sudah mencetak banyak orang eksis dengan karirnya.

“Tahun Maret 2003, saya mulai tertarik dengan industri bursa berjangka. Justru karena terbilang industri baru, masih banyak peluang dan kesempatan berkarir di bidang ini. Karena belum banyak orang yang terjun ke dalamnya waktu itu,” akunya.

Awal berkarir di perusahaan berjangka hingga sekarang, Syaiful lebih memilih istiqomah di PT Rifan Financindo Berjangka. Baginya, visi dan misi perusahaan selaras dengan visi misinya juga. PT Rifan Financindo Berjangka memiliki jangkauan jauh ke depan dalam membangun masyarakat agar sadar berinvestasi lewat perdagangan berjangka. Bahkan hingga saat ini, PT Rifan sudah mencetak banyak orang dari zero to hero dan dari nothing to something.

Di PT Rifan, tuturnya, terkenal nilai-nilai perusahaan yang namanya whelock (work hard/play hard, hardtraining, eagerness, loyalty, opennes, clarity, kinship). Maksudnya, ada para pegawai didorong untuk melakukan kerja keras, tapi diberikan pelatihan, didorong memiliki kegigihan, memiliki loyalitas, mengusung keterbukaan, kejelasan dan kekeluargaan.  “Pastinya, jenjang karir sangat transparan dan suasana kekeluargaan yang terbangun,” tandasnya.

Kepada nasabah, dirinya didorong untuk terus melakukan edukasi yang mengedepankan transparansi. “Kami diyakinkan dan dibangun oleh perusahaan sebagai financial advisor. Otomatis didorong untuk membaca perkembangan zaman, baik dari sisi sosial, ekonomi, politik, secara nasional maupun global. Sebagai financial advisor, tentunya dicetak untuk bisa memberikan informasi tentang situasi ekonomi dunia kepada masyarakat luas secara akurat,” kata suami Nurhanif ini.

Bukan hanya soal visi misi, menurut Syaiful, perdagangan berjangka atau investasi di bursa berjangka yang kini banyak dikenal masyarakat, merupakan investasi yang sangat liquid. Artinya, dana sangat mudah dicairkan, tidak terkena pinalti dan tidak dikenakan biaya administrasi atas pengambilan dana tersebut. Selain itu, dana nasabah aman karena dijamin oleh pemerintah melalui Kliring Berjangka Indonesia (KBI). “Jika perusahaan berjangka mengalami pailit, kabur atau dicabut izin usahanya oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), maka dana yang telah disetorkan tidak akan hilang atau dipakai oleh perusahaan berjangka,” tuturnya.

Tak hanya itu, investasi di bursa berjangka tidak mengenal adanya jangka waktu atau periode investasi dan tidak mengenal istilah jatuh tempo. Bahkan, data nasabah tersimpan dengan aman. Terpenting lagi, memiliki potensi profit tertinggi dibandingkan dengan semua jenis investasi di pasar modal karena adanya  Two Ways Opportunity. Yakni, posisi Buy–Sell/posisi Sell–Buy, sama–sama memiliki kesempatan memperoleh profit. “Terpenting lagi, penarikan dana sangat mudah, bisa dilakukan kapan saja,” tandasnya.

Diakuinya, ketertarikannya yang semakin kuat terhadap perdagangan berjangka adalah semakin banyaknya masyarakat yang sekarang sudah familiar dengan bursa berjangka. “Dulusaya sangat tertantang dengan perdagangan berjangka karena baru. Ketika merasakan perkembangan dan pertumbuhan yang sangat positif, sungguh sangat menggembirakan,” akunya.

Kendati begitu, pihaknya di Semarang bersama tim marketing, hampir setiap hari terus melakukan presentasi dan edukasi ke masyarakat. Apalagi prosedur penerimaan nasabah sangat simpel, hanya dengan foto copy KTP, NPWP dan buku tabungan/ATM.

“Untuk registrasi secara online, paling lama setengah jam. Investasi di bursa berjangka paperless. Setelah registrasi, nasabah melakukan penyetoran dana ke perusahaan berjangka atau misal ke PT Rifan Financindo Berjangka. Setelah divalidasi, account bisa langsung diaktifkan. Nasabah menerima user id password dan bisa melakukan transkasi online trading. Bisa beli dulu, dan bisa juga jual dulu,” jelasnya.

Namun sebaiknya, nasabah secara keuangan mumpuni, minimal memiliki dana sebanyak Rp 100 juta. Dana sebesar itu, sudah layak untuk transaksi. “Sekarang punya Rp 100 juta, bisa melakukan transaksi. Tapi karena ada kebutuhan mendesak, dana boleh ditarik dulu. Selain itu, jual beli tidak harus menunggu pembeli. Itulah fleksibelnya perdagangan berjangka yang menjadikan banyak orang tertarik terjun ke dalamnya,” kata Syaiful.

Biasanya, transaksi di dalam bursa berjangka meliputi produk SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) dan produk komoditi (multilateral). Produk SPA meliputi Loco Gold London, Indeks Hanseng (Hongkong), Indek Nikei  (Jepang), Mata Uang Euro, Mata Uang Poundsterling, Mata Uang Aussie, Mata Uang Yen Jepang dan Mata Uang Swiss Franch. “Di PT Rifan, didominasi transaksi Loco Gold. Sedangkan produk komoditi, di antaranya, Gold 250, Gold 100, Olien, Olien 10, Robusta, dan Arabica,” jelasnya. (ida)