Targetkan Adipura 2018

876
BERI PAPARAN: Wabup Joko Sutanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Dinas LH dan para Kabag foto bersama dengan Vir Katrin Kasi Evaluasi Kementerian LH disela paparan evaluasi Adipura di Pendopo. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PAPARAN: Wabup Joko Sutanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Dinas LH dan para Kabag foto bersama dengan Vir Katrin Kasi Evaluasi Kementerian LH disela paparan evaluasi Adipura di Pendopo. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Pemkab Demak bekerja keras untuk mendapatkan piala Adipura pada 2018 mendatang. Hal ini ditegaskan Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Sutanto disela evaluasi Adipura 2017 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, kemarin.

Menurut Wabup Joko, daerah lain sudah berkali kali memperoleh Adipura, tapi Demak baru mendapat sertifikat Adipura. Artinya, tinggal selangkah lagi bisa meraih Adipura yang diidam-idamkan. “Kudus dan Pati itu sudah dapat Adipura Kencana. Artinya, sudah tiga kali berturut turut dapat Adipura. Karena itu, jika Demak bisa meraih status opini wajar tanpa pengecualian (WTP), maka 2018 harus bisa dapat Adipura,” ujarnya.

Untuk meraih itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat. Sebagai wujud keseriusan untuk meraih Adipura ini, Pemkab Demak telah membeli lahan seluas 8 hektare untuk pengelolaan sampah atau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Lahan seluas itu sedianya juga untuk wisata edukasi pengelolaan sampah. Dengan demikian, proses daur ulang sampah dapat dilakukan untuk menambah ekonomi warga. “Selain itu, banyak program yang kita jalankan, termasuk bersih bersih pasar serta penghijauan. 2018 harus dapat Adipura bagaimanapun caranya,” ungkap Wabup Joko.

Sekda dr Singgih Setyono MMR juga menyampaikan, bahwa semangat untuk meraih Adipura mulai sekarang terus ditularkan ke sekolah sekolah, guru dan murid. “Kalau Adipura nanti diperoleh, itu sebagai wujud kebanggaan bersama,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Demak, Agus Musyafa’ mengatakan, evaluasi Adipura diperlukan untuk mengetahui sejauhmana kekurangan yang terjadi saat penilaian Adipura 2017. “Dari hasil evaluasi ini dapat diketahui hambatan dan kendala serta bagaimana persiapan untuk menghadapi penilaian Adipura 2018 nanti,” ujar dia.

Kasi Evaluasi Direktorat Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Lingkungan Hidup, Vir Katrin menggungkapkan, pihaknya mengapresiasi semangat Pemkab Demak untuk meraih Adipura tersebut.

Menurutnya, tanpa ada keberlanjutan inovasi dan sistem maka Adipura sulit diraih. Sebab, kata dia, ada daerah yang sudah meraih Adipura namun setelah itu tidak mendapatkan lagi karena tidak adanya keberlanjutan dan inovasi. “Disinilah pentingnya penguatan partisipasi masyarakat. Mereka harus ikut terlibat. Camat dan kades jadi ujung tombaknya,” katanya disela paparan evaluasi penilaian Adipura kemarin.

Menurut dia, banyak komponen yang dinilai, termasuk keberadaan hutan kota, pasar, rumah sakit, TPA, inovasi pengelolaan sampah, dan lainnya. Penanganan sampah tidak semata kumpulkan, angkut dan proses di TPA. Namun, harus ada proses pemilahan dan pengomposan sampah. (hib/bas)