Tembang Macapat Tingkatkan Unggah-Ungguh Siswa

5149
Oleh: Sri Suharni SPd
Oleh: Sri Suharni SPd

FENOMENA pendidikan yang akhir-akhir ini terjadi di negara kita sangat memprihatinkan bagi penerus perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Kemajuan teknologi dan komunikasi yang tidak digunakan sebagaimana porsi dan manfaatnya, sangat mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Etika dan sopan santun mulai luntur di kalangan peserta didik. Anak sekolah melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma agama dan norma susila, mereka tidak punya rasa malu dan takut akan akibat yang mereka perbuat yang nantinya akan merugikan diri sendiri, bahkan merugikan lingkungan sekitarnya. Anak sudah tidak menghargai orang tua dan gurunya, berani membentak atau melawan apabila diingatkan.

Fenomena tersebut nampaknya mengundang polemik di kalangan masyarakat. Lunturnya nilai-nilai luhur, sikap sopan santun dan tata karma, menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, guru dan masyarakat. Orang tua di rumah juga harus memberi contoh perilaku atau sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga halnya dengan guru dalam istilah jawa artinya “bisa digugu dan ditiru”. Guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing harus bisa menjadi figur atau sebagai salah satu model yang bisa dicontoh oleh peserta didik.

Bahasa Jawa sebagai muatan lokal diharapkan menjadi salah satu mata pelajaran yang dapat membentuk moralitas tinggi dan budi pekerti luhur. Keberadaan pelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal wajib merupakan suatu tantangan, karena siswa yang dihadapi jauh berbeda dengan karakteristik siswa 10-15 tahun yang lalu. Siswa sudah banyak terkontaminasi berbagai pola kebudayaan yang belum tentu sesua