Praktik Sesorah Tingkatkan Efikasi Diri

661
Oleh: Sri Kustanti SPd
Oleh: Sri Kustanti SPd

SESORAH atau pidato, yakni menyampaikan gagasan (ide), informasi dengan lisan di hadapan orang banyak. Sesorah biasanya digunakan pada acara-acara formal. Menurut kegunaannya, sesorah dibagi menjadi tiga, yakni sabdatama (sesorah tunggal), pambagyaharja (menyambut datangnya tamu), dan tanggap wacana (sesorah yang menginginkan adanya tanggapan). Contohnya ada di pahargyan manten (jangkep), sunat, sedekah bumi, menyampaikan program pemerintah, dan sebagainya.

Di kelas XI semester gasal KD 3, siswa bersama-sama mempelajari sesorah. Di sini siswa diajarkan bagaimana caranyamelakukan sesorah dengan baik, tentang sikap, dan tata caranya. Yang harus diperhatikan waktu sesorah, yakni:  Pertama, mempraktekkan dengan lafal (kedal), di sini pengucapan harus jelas baik vokal maupun konsonannya. Kedua, tempo (wirama), siswa saat menyampaikan sesorah­-nya dengan tempo yang sesuai atau pas. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Tempo harus pas agar pendengar bisa memahami apa yang disampaikan. Ketiga, intonasi (wirasa), di sini siswa harus bisa menentukan di mana kalimat dengan intonasi rendah, halus, ataupun tinggi. Kempat, sikap (patrap kang pener). Berdiri di depan banyak orang, siswa harus mempunyai sikap yang baik, tidak semaunya sendiri. Baik cara berdiri maupun berinteraksi dengan pendengar.

Sebelum sesorah, siswa harus mempunyai rancangan agar sesorah-nya baik, yakni: Pertama, mempunyai tema (underan). Adanya tema siswa bisa merancang apa yang akan disampaikan, tentunya yang sesuai dengan tema. Kedua, membuat kerangka karangan, di sini siswa membuat poin-poin penting yang berkaitan dengan tema yang nantinya dikembangkan dalam bentuk kalimat dalam paragraf.

Ketiga, mengembangkan kerangka karangan, dikembangkan dengan menggunakan kata-kata yang baik, yang sesuai dengan unggah-ungguh dan disesuaikan dengan pendengar atau forum yang nantinya akan mendengarkan sesorah-nya.Terakhir, dengan berlatih. Siswa berlatih sesorah untuk melancarkan pengucapan dan pemahaman isi sesorah. Bila sering berlatih, maka pada saat tampil siswa sudah menguasainya dengan baik. Baik ucapan maupun gestur sudah lebih lancar.