Pentaskan Revolusi Mental Lewat Teater

661
MEMUKAU : Aksi para pemain teater Fakultas Seni dan Bahasa Unnes dalam lakon “Janji yang Terpatri”. (Jon waheed/jawa pos radar semarang)
MEMUKAU : Aksi para pemain teater Fakultas Seni dan Bahasa Unnes dalam lakon “Janji yang Terpatri”. (Jon waheed/jawa pos radar semarang)

SEMARANG—Penampilan teater dari Fakultas Seni dan Bahasa Unnes kemarin mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penonton. Pentas teater yang berjudul “Janji yang Terpatri” tersebut dimainkan di kampus setempat.

Pentas tersebut menceritakan pelaksanaan revolusi mental telah dicanangkan dalam program pemerintahan saat ini, dan pembangunan mental dan karakter menjadi salah satu prioritas utama pembangunan. “Tidak hanya di birokrasi tetapi juga pada seluruh komponen masyarakat, sehingga akan dihasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras, taat aturan, mandiri, dan berkarakter,” ungkap pimpinan produksi Benny Setiawan.

Ditambahkan Benny, perubahan mendasar yang dilakukan diantaranya perubahan dalam mentalitas, cara berfikir, cara merasa dan mempercayai yang direfleksikan dalam perilaku, dan tindakan sehari-hari. Semua itu mencakup semua bidang kehidupan, sehingga mentalitas bangsa lambat laun berubah ke arah menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Program unggulan pemerintah selalu menjadi hal yang dikritisi banyak pihak “Indonesia Sentris” yang membuat Pemerintah melakukan pembangunan mulai dari wilayah pinggir Indonesia. “Dana untuk pembangunan yang didapat akibat perubahan subsidi BBM kini sudah mulai menampakkan hasil. Pemerintah hanya ingin rakyatnya mandiri, itulah yang selalu dipikirkan tiap membaca berita perubahan dan gebrakan yang dilakukan pemerintah,” tambahnya.

Membicarakan tentang negara lengkap dengan segala deritanya memang tidak pernah tuntas. Serupa membicarakan cinta yang takkan pernah usai selama manusia masih ada. “Posisinya, dimana kita berpijak dan bagaimana memandangnya,” katanya. (hid/ric)