Minta Dibangunkan Empat Flyover

910

SEMARANG–Pemprov Jateng meminta pemerintah pusat membangunkan empat flyover di perlintasan kereta api. Empat titik itu adalah Kroya Kabupaten Cilacap, Mranggen Kabupaten Demak, Bojong Pekalongan, dan Purwosari Solo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya, Jateng, Bambang NK menjelaskan bahwa pembangunan flyover akan dimintakan dana dari APBN. Diharapkan, empat flyover tersebut bisa mulai digarap 2018 mendatang. “Perlintasan sebidang, ada empat yang sekarang kami kejar,” kata, Rabu (6/12) kemarin.

Menurutnya, pembangunan flyover membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk konstruksi sepanjang 900 meter membutuhkan biaya sekitar Rp 100 miliar, sehingga jika akan membangun empat flyover butuh dana sebesar Rp 400 miliar.

“Kalau provinsi jelas tidak mampu, maka kami mintakan ke pusat. Biasanya, kalau Pak Gubernur yang minta atau mengajukan ke Kementrian PU, biasanya langsung disetujui (oleh Menteri PU) meski bertahap,” ungkapnya.

Dari empat lokasi itu, lanjutnya, yang sudah pasti akan dibangun di 2018 adalah di perlintasan Purwosari Solo. Sedangkan untuk di Mranggen Demak, pihaknya baru selesai Detail Engineering Desaign (DED) dan sudah diajukan ke pusat.

“Yang paling awal adalah yang di Solo. Mranggen sedang diusulkan untuk didanai APBN dan DED sudah kami siapkan. Untuk dua lainnya, masih kami siapkan dokumen Amdal dan didorong bisa masuk APBN secepatnya,” katanya.

Bambang mengaku sudah meminta masukan ke DPRD Jateng terkait pembangunan flyover utamanya di perlintasan kereta api di Pasar Ganepo Mranggen Demak. Pihak dewan juga menyarankan agar Pemprov Jateng mengajukan pembiayaan ke pemerintah pusat melalui APBN. “Kami sudah sampaikan ke dewan juga dan dikatakan ini harus ada intervensi dari Kementerian PU,” imbuhnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siti Ambar Fathonah menambahkan, ada 1.700 perlintasan kereta api (KA) yang berada di wilayah Jateng dan sebagian di antaranya diketahui tak berpalang pintu. Hingga pertengahan tahun ini, diketahui sudah terjadi 37 kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu.

Banyaknya kasus kecelakaan di perlintasan sebidang, mengindikasikan jika persoalan tersebut harus segera ada penanganan serius. Langkah yang bisa dilakukan adalah pembangunan flyover di perlintasan sebidang.

“Kami mendorong dinas terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan perlintasan sebidang. Misalnya dibangun flyover. Yang mendesak itu perlintasan di Mranggen Kabupaten Demak, kemudian di Sragen, Wirodesa Kabupaten Pekalongan dan Kroya,” jelasnya. (amh/ida)