Pegawai Indomaret Tewas Dirampok

1815

Alif mengaku saat kali pertama melihat korban, masih hidup. Tubuhnya kejang-kejang. Ia pun langsung mengundang rekannya, dan mencari bantuan dengan mencegat mobil yang melintas di Jalan Gajah Raya, depan Indomaret tesebut.

“Awalnya belum meninggal. Tubuhnya masih terlihat kejang-kejang. Saya kemudian keluar nyari bantuan. Saya nyegat mobil lewat, tapi gak ada yang mau. Jadinya ya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Diakui, saat peristiwa perampokan berdarah itu, ia sedang berada di dalam pos penjagaan tempatnya bekerja. Sehingga tidak melihat ada pria masuk ke Indomaret. “Saya di dalam pos main laptop. Tapi saya sempat lihat ada orang keluar dari situ (Indomaret). Kaburnya ke arah selatan. Kalau masuknya dari arah mana, saya kurang tahu,” katanya.

Petugas Polsek Gayamsari yang mendapat laporan kejadian itu langsung menuju lokasi. Kebetulan jarak TKP dengan Mapolsek Gayamsari relatif dekat. Tak berselang lama, Tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Praktis, kejadian di pagi buta itu pun menyita perhatian warga. Akibatnya arus lalulintas Jalan Gajah Raya sempat tersendat.

Kapolsek Gayamsari Kompol Wahyuni Sri Lestari mengatakan, korban tewas setelah mendapat 4 tusukan senjata tajam di bagian dada. Hingga kemarin, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan memintai sejumlah saksi di lokasi kejadian guna mengungkap pelaku. Pihaknya juga telah mengamankan rekaman CCTV yang terpasang di minimarket tersebut. Namun informasi yang diterima koran ini, saat kejadian CCTV sedang tidak berfungsi maksimal.

“Jadi, modusnya pelaku pura-pura tukar uang. Kemudian pelaku membuntuti korban dari belakang saat menuju ruang brankas. Setelah itu korban dibunuh, dan pelaku membawa uang dalam brankas sekitar Rp 2 juta. Saat ini, kasusnya masih kita selidiki. Mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap,” katanya.

Wahyuni membenarkan jika pelaku mengenakan seragam Indomaret dan jaket. “Info dari saksi, (pelaku) menggunakan seragam Indomaret dan jaket,” kata Wahyuni. (mha/aro)