Selama 2017, 77 Koruptor Dieksekusi

617
PERANGI KORUPSI: Kajati Jateng Sadiman saat membagikan kaos dan stiker dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Jalan Pahlawan, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANGI KORUPSI: Kajati Jateng Sadiman saat membagikan kaos dan stiker dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Jalan Pahlawan, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) pada Sabtu (9/12) ini, jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, kemarin (8/12) turun ke jalan. Mereka melakukan kampanye perangi korupsi yang disampaikan lewat penyebaran stiker dan pembagian kaos kepada warga yang melintas di Jalan Pahlawan, Semarang. Aksi tersebut dipimpin langsung Kajati Jateng, Sadiman. Kaos warna merah putih yang dibagikan bertuliskan “Wujudkan Indonesia Tanpa Korupsi”. Selain itu, juga stiker bertuliskan “Bersama Memerangi Korupsi”.

“Momentum ini perlu digunakan bersama-sama meneguhkan kembali komitmen aparat penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral dan etik. Tidak hanya menegakkan ketentuan dalam UU korupsi, melainkan keadilan,” kata Sadiman di sela aksi.

Ia menyampaikan, sesuai instruksi Kejaksaan Agung, pihaknya diminta melakukan pendampingan proyek pemerintah di seluruh kabupaten/kota di Jateng yang dikoordinatori Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Sedangkan di bidang perdata dan tata usaha negara, institusinya juga diminta melakukan pemulihan keuangan negara.

“Bidang Datun siap menerima surat kuasa khusus untuk melakukan gugatan yang merugikan pemerintah daerah maupun negara,” ujarnya.

Sadiman juga menyebutkan, sejumlah capaian kasus korupsi yang ditangani pihaknya selama 2017, yakni 53 penyelidikan, 38 penyidikan, dan 39 penuntutan serta 1 perkara dikeluarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yakni kasus Bupati Jepara Ahmad Marzuki. Dalam kurun waktu tersebut, ada eksekusi pidana badan 77 koruptor, dan denda Rp 4,76 miliar.

“Selain itu, ada pengembalian uang pengganti Rp 8,8 miliar,” kata Sadiman didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Heru Chairuddin dan Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Bambang Haryanto.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jateng, Sugeng Riyadi, menambahkan, sebelum membagikan kaos, juga diadakan upacara menyambut HAKI. “Upacara sedianya digelar Sabtu besok (hari ini), tapi karena libur, akhirnya diajukan hari ini (kemarin),” katanya. (jks/aro)