Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

784
PARENTING: Ketua KPA Seto Mulyadi dalam seminar parenting “Mencegah Kekerasan Seksual dan LGBT pada Anak” di UM Magelang. (DOK HUMAS UM MAGELANG)
PARENTING: Ketua KPA Seto Mulyadi dalam seminar parenting “Mencegah Kekerasan Seksual dan LGBT pada Anak” di UM Magelang. (DOK HUMAS UM MAGELANG)

MAGELANG– Ketua Komisi Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto menjadi pembicara seminar parenting di Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang belum lama ini. Melalui seminar itu, Kak Seto membeberkan cara mengedukasi anak untuk menghindari kekerasan seksual dan LGBT.

“Setiap anak yang bertanya tentang hal hal sensitif harus diberikan jawaban. Karena salah satu sebab terjadinya kekerasan seksualitas pada anak itu dikarenakan kurangnya informasi anak tentang hal tersebut, sehingga terjadilah kekerasan tersebut,” kata Kak Seto dalam seminar “Mencegah Kekerasan Seksual dan LGBT pada Anak” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) FKIP UM Magelang bekerjasama dengan Keluarga Berencana (KB) Kreatif Primagama Magelang.

Kak Seto juga menyampaikan tentang peran penting orang tua dalam mencegah kekerasan pada anak. “Yang terpenting adalah kepekaan dan keterampilan orang tua agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, sehingga anak akan memiliki pengetahuan yang cukup dan dapat melindungi dirinya dari kekerasan seksual yang akan menimpanya,” ujarnya.

Dia menambahkan peran orang tua, anak-anak dapat mengembangkan peran psiko-seksualnya secara lebih tepat sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Dengan demikian diharapkan anak dapat tampil dengan penuh percaya diri yang merupakan modal utama bagi perkembangan potensi anak secara optimal.

Seminar parenting tersebut dibuka oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Purwati MS serta diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Sebelum Kak Seto tampil, peserta mendapatkan materi dasar mengenai kekerasan seksual pada anak yang disampaikan oleh Psikolog Klinik Tumbuh Kembang Anak RSJ Prof dr Soerojo Magelang Arum Widinugraheni MPsi.

Arum menyampaikan, kekerasan seksual merupakan jenis penganiayaan yang bisa saja terjadi di dalam maupun di luar keluarga. Orang tua harus mampu mengenali tanda-tandanya. “Ada beberapa tanda dan gejala seksual yang diperlihatkan anak ketika mengalami kekerasan seksual. Tanda-tandanya yakni mimpi buruk, perhatian anak teralihkan, perubahan pada pola makan, perubahan mood tiba-tiba. Selain itu ada tanda lainnya yang lebih spesifik, seperti tulisan, gambar, atau pembicaraan yang berkonotasi seksual,” jelas Arum. (vie/sct/ton)