Bupati Lantik Kades yang Diprotes Warga

801

“Secara prosedural, seluruh mekanisme Pilkades telah dilalui. Adapun beberapa masih polemik karena sudah masuk ranah hukum, kita serahkan saja pada proses hukum,”

Sumharjono Kepala Dinpermades Purworejo

PURWOREJO—Dua kepala desa (kades) yang tengah menempuh proses hukum, karena dianggap tidak sah‎ lantaran cacat hukum, tetap dilantik oleh Bupati Agus Bastian sebagai kades definitif, Senin (11/12) kemarin. Dua kepala desa yang dimaksud adalah Kades Tanjumanom, Kecamatan Banyuurip; dan Kades Kalikotes, Kecamatan Pituruh. Warga Desa Kalikotes bahkan pernah berunjuk rasa meminta bupati agar tak melantik kades terpilih, karena diduga melakukan politik uang saat pemilihan kepala desa..

Keduanya dilantik bersama 83 kades terpilih lainnya dari 15 kecamatan. Pelantikan dilakukan serentak di Pendopo Bupati. “Secara prosedural, seluruh mekanisme Pilkades telah dilalui. Adapun beberapa masih polemik karena sudah masuk ranah hukum, kita serahkan saja pada proses hukum,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sumharjono, di sela-sela pelantikan.

Bagaimana dengan dua kades yang masih “bermasalah” dengan hukum? “Ya, itu kan dinamika dalam kontestasi, kita menilai telah sesuai prosedur, seluruh mekanisme sudah dilaului semuanya, kita sudah kroscek semuanya.”

Usai melantik, Bupati Agus Bastian meminta agar kades terpilih bekerja maksimal mengemban amanah dan tanggung jawab. “Pekerjaan pertama harus menata masyarakat yang mungkin terpecah usai pemilihan lalu. Rangkulah mereka dengan tulus dan jadikan mitra,” pesan Bupati Agus.

Bupati Agus meminta penyelenggaraan pemerintah desa lebih akuntabel, karena dukungan sistem dan keseimbangan antara pemerintah desa dan lembaga desa. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang bisa menimbulkan implikasi hukum bagi para pengelola. (jpg/isk)