Gaji Nunggak, Buruh Demo

957
ORASI: Puluhan buruh yang tergabung dalam KSBSI Kabupaten Temanggung menggelar unjuk rasa di Kantor Disnakertrans Kabupaten Temanggung, Senin (11/12). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
ORASI: Puluhan buruh yang tergabung dalam KSBSI Kabupaten Temanggung menggelar unjuk rasa di Kantor Disnakertrans Kabupaten Temanggung, Senin (11/12). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Temanggung berunjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung, Senin (11/12) kemarin.

Sebelumnya, massa buruh bertemu di titik kumpul, di jembatan Kranggan, sekitar pukul 09.00. Mereka lantas bergerak, menggeruduk kantor Disnakertrans, menumpang minibus dan sejumlah motor. Aksi para buruh mendapat kawalan sejumlah polisi.

Di kantor Disnakertrans Jalan Maron-Kedu, perwakilan buruh berorasi dan meneriakkan yel-yel. Mereka meminta Disnakertrans campur tangan, menekan PT Apindo Jaya Makmur Kranggan agar melaksanakan kesepakatan dengan buruh. Yaitu, membayar tunggakan gaji 47 karyawan yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Setelah satu jam berorasi, perwakilan pengurus dan anggota KSBSI dipersilahkan masuk ke kantor Disnakertrans. Pihak buruh dipimpin Ketua KSBI Temanggung, Wahyudi. Hadir dalam pertemuan tersebut, HRD PT Apindo Jaya Makmur, Maskur Rohmat. Pertemuan dimediasi oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Temanggung, Suminar Budi Setiyawan, disaksikan petugas Polres.

Ketua KSBSI Temanggung, Wahyudi mengatakan, pada 27 Juli 2017, Apindo Jaya Makmur harus membayarkan gaji 47 karyawannya, dengan cara diangsur selama setahun. Total gaji yang harus dibayar sekitar Rp 122 juta. Cicilan gaji tahap pertama, sudah dibayar sekitar Rp 15 juta. Sedangkan untuk pembayaran tahap kedua, disepakati pada 25 Oktober. Sebelum Lebaran lalu, pihak perusahaan tetap mempekerjakan 47 karyawan itu, selama 1-2 bulan. Tepatnya, ketika perusahaan sudah kolaps. Sedangkan ratusan karyawan lainnya sudah di-PHK.

“Namun, hasil kerja 47 karyawan yang tetap dipekerjakan, tidak dibayar. Lalu, pada 27 Juli, ada mediasi. Disepakati bahwa gaji tahap 2 dibayar pada 25 Oktober. Namun, sampai sekarang, kesepakatan tidak dipenuhi, sehingga kami demo lagi,” kata Wahyudi.

HRD PT Apindo Jaya Makmur, Maskur Rohmat menyampaikan, perusahaannya sudah bangkrut. Juga sudah tidak beroperasi lagi. Untuk membayar kekurangan gaji karyawan, perusahaan masih menunggu penjualan aset. “Sisa yang belum kami bayarkan Rp 107 juta. Kekurangannya, akan diangsur 10 bulan. Tapi kalau belum 10 bulan aset perusahaan sudah terjual, maka segera kami lunasi,” beber Maskur.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Temanggung, Suminar Budi Setiyawan, mengatakan, mediasi menghasilkan beberapa kesepakatan. Kekurangan pembayaran gaji sebesar Rp 107,68 juta, akan diangsur selama 10 bulan, per tanggal 8. Pembayaran dimulai pada 30 Desember. Selanjutnya, tiap tanggal 8. “Diperkirakan, pembayaran gaji selesai pada Oktober 2018. Kalau meleset lagi, maka pihak perusahaan harus siap dimeja-hijaukan seperti tertera dalam surat kesepakatan yang baru saja diteken,” beber Suminar. Rika Widyastuti, 33, salah satu buruh yang terkena PHK menuturkan, “Kita dirumahkan begitu saja tanpa ada keterangan. Kami sudah berkali-kali mencoba bernegosiasi, tapi cuma janji-janji saja.” (san/isk)