Nobatkan Semarang Kota Cerdas

622
HASIL KINERJA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 dari Wapres RI Jusuf Kalla, yang diserahkan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (11/12) kemarin. (ISTIMEWA)
HASIL KINERJA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 dari Wapres RI Jusuf Kalla, yang diserahkan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (11/12) kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG-Kota Semarang dinobatkan sebagai salah satu Kota Cerdas di Indonesia tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan setelah pemerintah pusat melakukan survei rating kota cerdas terhadap 93 kota di Indonesia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dianggap mampu mengelola kota untuk menyelesaikan berbagai tantangan dengan solusi inovatif, terintegrasi, serta berkelanjutan. Selain itu, dinilai telah mampu menyediakan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Sebagai apresiasi atas pencapaian yang telah dilakukan oleh Kota Semarang tersebut, Senin (11/12) kemarin, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menyerahkan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja pemerintah daerah yang Smart. “Sistem itu hanya tools. Hasil yang akan dinikmati adalah output-nya apa,” tegas Wapres Jusuf Kalla.

Senada, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi ini juga mengatakan bahwa sistem pintar yang diinisiasi oleh Pemkot Semarang juga tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan masyarakat. “Pola kerjanya, bukan kita bisa buat apa, tapi masyarakat butuhnya apa, harus¬†bottom up, dan pola seperti itu yang kami gunakan dalam membuat 204 sistem serta aplikasi untuk Kota Semarang sampai hari ini,” tutur Hendi.

Dirinya mencontohkan salah satunya adalah aplikasi ponsel pintar Area Traffic Control System (ATCS) milik Kota Semarang yang dapat di-download di google playstore dengan nama ‘ATCS Lalin Semarang’.

“Apakah kami yang pertama menerapkan sistem tersebut? Mungkin tidak. Tapi apakah Semarang jadi yang pertama membuka sistem tersebut untuk masyarakat? Bisa dicek, kami luncurkan aplikasi itu sejak tahun 2016,” jelas Hendi.

“Dan animo masyarakat cukup besar terhadap aplikasi tersebut, karena masyarakat memang butuh itu untuk memantau lalu lintas yang akan dilewatinya, sebagai solusi permasalahan yang dihadapi sehari-hari,” imbuhnya.

Dalam data yang terdapat pada Google Play Store, aplikasi ATCS Lalin Semarang saat ini menduduki peringkat ketiga paling banyak digunakan dengan 50 ribu pengguna. Jumlah tersebut lebih banyak dari aplikasi ATCS Denpasar dan Jakarta CCTV yang masing-masing hanya digunakan oleh 5 ribu pengguna. Sedangkan ATCS Lalin Semarang hanya kalah jumlah pengguna dengan NTMC POLRI dan Jasamarga Live yang masing-masing telah mencapai 100 ribu pengguna. (*/zal/bis/ida)