Raih Penghargaan Kota Cerdas

680
TERIMA PENGHARGAAN: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menerima penghargaan sebagai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 untuk kategori kota kecil yang diserahkan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Istana Wapres Jakarta, Senin (11/12) kemarin. (IST)
TERIMA PENGHARGAAN: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menerima penghargaan sebagai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 untuk kategori kota kecil yang diserahkan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Istana Wapres Jakarta, Senin (11/12) kemarin. (IST)

MAGELANG—Kota Magelang meraih penghargaan kali kedua sebagai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 untuk kategori kota kecil. Sebelumnya, Kota Sejuta Bunga berhasil meraih peringkat pertama sebagai Kota Cerdas pada 2015 silam.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Istana Wapres Jakarta, Senin (11/12) kemarin. “Kita pada 2015 menempati rangking pertama Kota Cerdas. Sekarang, kita tetap tempati rangking pertama. Capaian ini, dari waktu ke waktu, terus kita evaluasi, kita tingkatkan,” kata Wali Kota Sigit Widyonindito usai menerima penghargaan. Tujuannya, sambung Sigit, agar pengelolaan kota semakin profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka melayani masyarakat Kota Magelang.

Sigit menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut lebih dulu diawali dengan proses penilaian yang dilakukan oleh Tim Smart City and Community Innovation Centre (SCCIC) Institut Teknologi Bandung, pada Agustus lalu.

Sigit menuturkan, prestasi yang telah diraih, merupakan buah kerja keras semua komponen, termasuk masyarakat. Kata Sigit, apa yang sudah dilakukan Pemkot selama ini, semata-mata untuk melayani masyarakat. “Yang pasti, Pemkot Magelang akan terus berupaya mengelola kota dengan baik dan efisien. Agar warga masyarakat terlayani dengan baik.”

Di tempat yang sama, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, banyak kota di Indonesia memiliki permasalahan. Untuk itu, Wapres menekankan implementasi inovasi dan solusi untuk mengatasi masalah yang ada. “Tentu Kota Cerdas wajib mensejahterakan dan membahagiakan masyarakat. Ingat, Kota Cerdas itu kuncinya warga bahagia dan sejahtera. Keterlibatan masyarakat penting dalam membangun daerah masing-masing.”

Ketua Panitia RKCI, Suhono Harso Supangat mengatakan, tahun ini ada 93 kota di Indonesia yang dievaluasi dan dinilai. Jumlah tersebut lantas mengerucut menjadi 31 kota. “Penilaian melibatkan 650 surveyor yang terjun ke kota-kota untuk mengambil 400 sampel. Kriteria penilaian adalah bagaimana solusi dari kota untuk menyelesaikan persoalan di wilayah.”

Kota Cerdas, sambung Suhono, berbeda dengan e-government. E-government fokus pada penerapan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas layanan publik, utamanya oleh institusi pemerintah. “Sedangkan Kota Cerdas fokus pada penerapan solusi-solusi cerdas (inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan) untuk diterapkan dalam menjawab tantangan-tantangan kota.” (cr3/isk)