Soroti Pengelolaan Aset dan Substansi Raperda RTRW

Pandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Magelang terhadap Tiga Raperda

559
BERI MASUKAN: Seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Magelang memberikan masukan terkait tiga Raperda yang disampaikan oleh Bupati Magelang dalam rapat paripurna. (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG)
BERI MASUKAN: Seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Magelang memberikan masukan terkait tiga Raperda yang disampaikan oleh Bupati Magelang dalam rapat paripurna. (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG)

DPRD Kabupaten Magelang melalui fraksi-fraksinya menyoroti tiga Raperda yang diajukan Bupati Magelang. Beberapa fraksi berharap, keberadaan Raperda bukan untuk menutupi persoalan yang belum diselesaikan.

SEBELUMNYA, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajukan tiga Raperda. Yakni, Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Magelang pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Selanjutnya, Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah; dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Magelang Soenarno mengatakan, salah satu tujuan penyertaan modal pada Bank Jateng adalah untuk penambahan dan pemupukan sumber-sumber pendapatan asli daerah. Di mana pada pasal 5 disebutkan bahwa penyertaan modal kepada Bank Jateng hingga 2021 adalah sebesar Rp 45 miliar.

“Kami ingin meminta penjelasan, bagaimana perhitungan ekonomis atas penyertaan modal kepada Bank Jateng tersebut? Dengan adanya penyertaan modal, berapa tambahan PAD yang masuk ke kas daerah pada 2017- 2021,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK atas sistem pengendalian internal tahun 2016, BPK menganalisa bahwa Bank Jateng selalu memberikan deposito yang lebih tinggi, dibandingkan bank-bank lain. “Sehingga kami menilai PAD dari Bank Pasar yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Magelang, belum optimal.”

Ketua Fraksi PAN, Ahmad Sarwo Edi, berpendapat, secara umum Fraksi Partai Amanat Nasional menyambut baik akan dibentuk dan disahkannya tiga Raperda. Termasuk, terhadap Perda-Perda lain yang telah dibuat dan disahkan selama ini, yang jumlahnya mungkin sudah mencapai ratusan Perda.