Portal Rumah Belajar, Dukung Pembelajaran Efektif

1242
Oleh. Tukijo, S.Pd
Oleh. Tukijo, S.Pd

Saat ini terjadi loncatan teknologi pada generasi Z yang luar biasa. Pada generasi digital yang lahir sejak 2000 sampai sekarang, atau penulis sebut generasi Z mampu beradaptasi dengan loncatan tersebut. Generasi Z mampu mendobrak peralihan teknologi dengan kemauan yang kuat untuk memanfaatkannya dengan baik.

Sejalan dengan hal tersebut, maka pemanfaatan sarana teknologi informasi(TI) khususnya pola pembelajaran online/e-learning menjadi alternatif yang dapat diterapkan oleh guru. Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi.

Sementara pemanfaatan pembelajaran e-learning berbasis web atau multimedia mampu merangsang minat siswa terhadap berbagai kompetensi dasar (KD) yang diajarkan. Siswa memiliki ruang diskusi dan tanya jawab yang lebih maksimal tanpa batas.  Siswa yang malu dan ragu-ragu, ketika menggunakan pembelajaran online diharapkan mampu lebih berani untuk berinteraksi di dalam pembelajaran.

Saat ini terdapat beberapa pembelajaran berbasis e-learning, salah satunya yakni portal Rumah Belajar kemendikbud yang dibuat oleh pemerintah. Portal Rumah Belajar kemendikbud menyediakan sebuah fasilitas e-learning untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA yang mudah diakses dengan mudah oleh semua siswa dan guru dari seluruh Indonesia melalui jaringan yang terhubung oleh internet.

Berdasarkan Pedoman Pemanfaatan Portal Rumah Belajar yang tersedia di http://belajar.Kemendikbud.go.id menerangkan bahwa: Portal Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan alamat http://belajar.Kemendikbud.go.id. Portal Rumah Belajar menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antarkomunitas pendidikan. Portal tersebut berisi bahan belajar untuk guru atau semacam content library, bahan belajar siswa, wahana aktifitas komunitas/forum, bank soal dan katalog media pembelajaran. Bahkan kini portal Rumah Belajar  terus disempurnakan. Tidak hanya itu, portal Rumah Belajar juga  sudah terintegrasi dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru.

Rumah Belajar ditujukan untuk siswa, guru, masyarakat luas, dan siapapun yang mau belajar. Portal belajar diharapkan menjadi milik komunitas, dengan pengisian konten dan aktivitas dari dan untuk komunitas belajar, sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam hal ini Pustekkom sebagai inisiator, fasilitator dan regulator.

Di sisi lain, siswa masih kesulitan memperoleh bahan ajar yang menarik dan media ajar mandiri yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Siswa juga membutuhkan ruang belajar tanpa sekat, dan bisa diakses dari manapun, dan kapanpun mereka membutuhkan. Permasalah‐permasalahan tersebut diharapkan dapat diatasi dengan adanya penerapan TIK dalam pendidikan, khususnya portal Rumah Belajar.