Istri Pelaku Akui Suaminya Bunuh Sugeng

1551

Dalam otopsi kemarin, selain sudah mendatangkan istri korban yang kerja di Jakarta, polisi juga mendatangkan keluarga korban Slamet dari Lamongan Jawa Timur sebagai pembanding DNA. Karena korban sendiri adalah pendatang di desa tersebut, namun sudah lama tinggal di Batang.

Istri korban, Suryati alias Rohana tidak menyangka suaminya dibunuh pelaku. Sebelum kenal dengan pelaku, korban Slamet alias Sugeng dikenal sebagai peternak ayam yang lumayan besar. “Pak Muslimin pernah kerja sebagai penjaga di tempat kami. Bahkan oleh suami saya, dibuatkan rumah di dekat kandang ayam yang ditempati beserta anak istrinya,” jelasnya.

Ditambahkan Kuswanto Ketua RT 01/RW 03 tempat korban berdomisili menceritakan, korban Slamet alias Sugeng memang pendatang dari Lamongan Jawa Timur. Dari berumah tangga dengan Rohana, warga Sambungrejo Sawangan ini, dikaruniai dua putri, yaitu Yuyun Novitasari dan Anniatul Fitri.

“Semasa hidup, korban lebih banyak menghabiskan waktu bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Bahkan sampai menjelang akhir hayatnya korban masih sering keluar masuk negeri Jiran,” jelasnya.

Uang hasil bekerjanya selama ini digunakan untuk modal usaha , dari ternak lele sampai ayam. Namun sayang, semuanya mengalami kebangkrutan. Diduga tersangka Muslimin yang saat itu bekerja pada korban, tahu permasalahan bossnya. Lalu menawarkan praktik ritual penggandaan uang. Belum diketahui berapa jumlah uang yang telah disetor korban.

“Baik istri maupun keluarga korban menyangka, korban selama ini pergi ke Malaysia mencari modal lagi. Keluarga percaya, karena tersangka Muslimin selama ini mengelabuhi istri korban dengan berpura-pura memberikaan uang titipan suami yang dikirim lewat rekeningnya,” tandasnya. (han/ida)