Sentra Pembuatan Kerupuk Rambak

Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan

2365
LEBIH DIMINATI: Fauzan (45) salah satu pengusaha kerupuk rambak di Desa Pabelan mengangkat kerupuk mentah yang sedang dijemur.
LEBIH DIMINATI: Fauzan (45) salah satu pengusaha kerupuk rambak di Desa Pabelan mengangkat kerupuk mentah yang sedang dijemur.

PABELAN – Desa Pabelan mempunyai produk unggulan berupa kerupuk rambak. Kerupuk rambak buatan warga Pabelan ini sudah dikenal di kota-kota sekitar kabupaten Semarang. Tidak hanya itu, bahkan kerupuk rambak buatan warga Desa Pabelan sudah memenuhi permintaan daerah di luar Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Desa Pabelan, Mohamad Mustain mengatakan, produksi kerupuk ini bahkan bisa sampai kualahan saking banyaknya permintaan. ”Sebenarnya dari Jakarta dan Kota-kota lain banyak permintaan. Tapi untuk memenuhi kabupaten Semarang, Salatiga dan sekitarnya para pembuat kerupuk ini sudah kuwalahan,” jelas Mustain kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mohamad Mustain (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Mohamad Mustain (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kerupuk rambak olahan warga Pabelan ini, dijual dalam bentuk mentah oleh para pembuatnya. Biasanya oleh para pembeli kerupuk ini kemudian dijual kembali dengan mengecerkan dalam jumlah yang lebih kecil, baik dalam bentuk mentah juga atau keadaan siap makan.”Ini pendiatribusiannya juga melibatkan para tetangga. Jadi ya sedikit banyak memiliki pengaruh positif kepada perekonomian warga sekitar,” kata Mustain.

Bambang Supriadi, Ketua LKMD Pabelan menambahkan, kendala yang dihadapi para pengusaha kerupuk rumahan ini adalah ketika musim hujan seperti sekarang ini. Tidak menentunya cuaca membuat para produsen kerupuk rambakk ini kesulitan mengeringkan kerupuk mereka.

Bambang berharap agar ada bantuan berupa mesin pengering sehingga para produsen kerupuk rambak ini tidak hanya menggantungkan pada panas matahari.”Jadi musim hujan pun masih tetep bisa produksi kalau ada macam mesin pengering gitu. Kalau seperti ini agak susah. Kerupuk tetap ada, tapi biasanya sudah dipesan oleh orang,” keluhnya.

Sementara itu, Fauzan (45), salah satu pembuat kerupuk rambak di Desa ini mengatakan bahwa kerupuk yang dihasilkan olehnya kebanyakan dikirim untuk memenuhi pesanan ke Surabaya dan Bali. Selain itu banyak juga orang yang datang langsung ke rumahnya untuk mencari kerupuk rambak khas Pabelan.”Mungkin karena rasanya. Untuk makanan kan orang lebih mengutamakan rasanya,” kata Fauzan memperkirakan saat ditanya rahasia kerupuk Pabelan dicari banyak orang.

”Kemudian dari bahan. Kalau di sini pakainya tepung terigu sama tapioka, dicampur gandum. Sehingga ketika digoreng itu bisa lembut dan berwarna putih bersih,” imbuh pria yang merupakan generasi ke dua dalam menjalankan usaha ini.

Fauzan menambahkan, usaha yang sudah dijalankan selama kurang lebih 20 tahun ini hampir tidak menghadapi kendala. Dirinya berharap, ke depan usaha yang dijalankan ini, bersama beberapa pengusaha lain yang juga merupakan keluarganya, bisa semakin maju, terlebih bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan desa setempat. (sga/bas)