Karya Daur Ulang Limbah Siswa Dipamerkan

1488
APRESIASI : Karya siswa yang dipamerkan mendapat penilaian dari guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
APRESIASI : Karya siswa yang dipamerkan mendapat penilaian dari guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Penilaian ujian praktik mata pelajaran (mapel) Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Muntilan terasa berbeda. Karya siswa kelas XII ditampilkan dalam konsep pameran tunggal bertajuk “Diffito Pamitan” di aula sekolah dan beberapa ruang kelas.

Guru Mapel Prakarya dan Kewirausahaan SMA N 1 Muntilan Zildjian Abu Rizal mengatakan, pameran ini mengusung konsep pemanfaatan limbah sampah organik maupun anorganik menjadi benda bernilai seni, dan ekonomis, dengan mengedepankan sisi fungsionalnya. Inilah tantangan untuk siswa, agar tak terpaku pada sisi estetika saja. “Tidak hanya kreasinya saja yang kami nilai, tapi harus memperhatikan manfaat dari produk itu sendiri,” kata Zildjian, Senin (18/12).

Menurut Zildjian, secara langsung siswa berlatih menjadi konseptor agar bisa mendekorasi ruangan dengan karya-karya yang dihasilkan. Yakni berupa satu set karya fungsional dan satu set karya hiasan. Namun, tugas praktik ini dibagi menjadi dua pilihan. Untuk kelas XII IPA, membuat suatu karya seni, sedangkan siswa kelas XII IPS membuat aneka makanan olahan dan mendekorasi tempat seperi foodcourt.

Siswa Kelas XII IPA 5 Muhammad Hanif merasa senang memiliki pengalaman baru saat mengikuti ujian praktik prakarya dan kewirausahaan. Iapun berlatih memecahkan suatu masalah, untuk menemukan hasil terbaik. “Kendalanya waktunya mepet. Dan menyiasati dengan memanfaatkan waktu libur untuk mengerjakan karya ini di sekolah. Tapi saya senang ada tugas seperti ini, karena biasanya yang membuat keterampilan anak SMK, tapi ini anak SMA ternyata juga bisa,” jelasnya. (put/ton)