Ibu Stres, Picu Produksi ASI Minim

Mengulik Fenomena Ibu Gagal Menyusui

901
SALING DUKUNG: Diskusi tentang ibu menyusui pada peringatan Hari Jadi AIMI Jateng ke-7, kemarin. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
SALING DUKUNG: Diskusi tentang ibu menyusui pada peringatan Hari Jadi AIMI Jateng ke-7, kemarin. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMMenyusui merupakan hal lumrah dan alamiah yang dilakukan seorang ibu. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemui kegagalan. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan sejumlah pihak mengulik beberapa permasalahan di balik ibu gagal menyusui. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

MARAKNYA berbagai produk pengganti air susu ibu (ASI) mengancam kegiatan menyusui ibu dan anak. Padahal menyusui adalah kegiatan menopang kehidupan manusia, bersifat vital bagi kesehatan ibu dan bayi. Bahkan, hak menyusui pun dilindungi oleh negara, terbukti dengan adanya berbagai peraturan perundangan yang melindungi hak ibu menyusui dan bayi untuk mendapatkan ASI.

Seperti pengalaman Putri Panca Sriwulan saat melahirkan anak keduanya pada 2016 lalu. Selama mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Semarang, salah seorang tenaga kesehatan rumah sakit tersebut mendorong Putri untuk memberikan asupan pengganti ASI bagi bayi prematurnya.

“Seminggu pertama rutinitas pemberian ASI berjalan baik, di minggu kedua saya galau karena anak masih dalam inkubator. Seorang perawat berkali-kali mengarahkan ke produk tertentu untuk menambah asupan dengan pengganti ASI. Dikatakannya, ASI ibu dari bayi prematur tidak cukup lemak, padahal ini sudah memasuki fase penggemukan,”ujarnya dalam forum peringatan Hari Jadi AIMI Jateng ke-7 di Aula Magister Ilmu Komunikasi Undip, kemarin.

Kegalauan tersebut mendorongnya untuk mencari informasi lebih dan pendampingan dari komunitas yang pro terhadap ibu menyusui. “Sebelumnya saya sudah membekali dengan sejumlah informasi tentang menyusui, tapi karena yang memberi masukan tenaga kesehatan, maka terjadi kebingungan,”katanya.

Terkait hal tersebut, Pakar Kesehatan Anak dan Laktasi, Dr Yetty Movienta Nency SpA(K) IBCLC menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang ibu dalam menyusui. Mulai dari keaktifan calon ibu dalam membekali diri akan informasi menyusui, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, keluarga, serta lingkungan.

Selama kehamilan, ibu diharapkan aktif menggali informasi seputar menyusui. Bagaimana pelekatan yang tepat, periksakan puting, maupun permasalahan-permasalahan lain yang mungkin terjadi saat menyusui.