Menulis Cerpen Antiplagiat

737

Kebiasaan menulis cerpen yang selama ini dikondisikan asal-asalan, tanpa mempertimbangkan konsep yang jelas dan mengabaikan kualitas tulisan, dapat diantisipasi dengan metode tabel kerangka konsep. Dalam hal ini, guru dituntut untuk  sabar dan tekun membimbing siswa agar selalu bersemangat tidak putus asa jika siswa harus merevisi karya cerpen berulang-ulang hingga menghasilkan karya cerpen yang benar-benar orisinil, jujur, dan berbobot tinggi sesuai dengan kriteria penulisan yang benar.

Untuk memaksimalkan kualitas cerpen karya siswa, guru dapat memberikan kelonggaran waktu di luar jam kelas. Siswa diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan guru di luar jam pembelajaran, sehingga diharapkan kualitas produk karya cerpen siswa lebih maksimal .

Siswa perlu juga dilatih untuk melakukan kegiatan menyunting cerpen karya teman. Menyunting ini merupakan kegiatan evaluasi untuk mengetahui sejauhmana siswa menguasai konsep penulisan cerpen yang baik, benar, orisinil, dan antiplagiat. Siswa diberi kesempatan untuk menilai dan memperbaiki karya cerpen teman secara objektif dan proporsional sesuai dengan kaidah penulisan dan petunjuk guru. Siswa yang memahami konsep cerpen yang benar, dengan jitu dapat mendeteksi kelemahan sekaligus keunggulan cerpen karya teman.

Pembiasaan menulis cerpen dengan tabel kerangka konsep pada hakikatnya merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang tidak dapat dipetik hasilnya secara instan. Menulis cerpen dengan metode tabel kerangka konsep ini merupakan satu di antara teknik dan upaya menumbuhkan pembiasaan budaya menulis di kalangan pelajar, sehingga menulis akan dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan menyulitkan, apalagi membosankan. Menulis cerpen merupakan upaya berproses dalam menyikapi berbagai peristiwa dan permasalahan dalam kehidupan yang ditulis dalam bentuk cerita fiktif untuk dicarikan solusi terbaik menurut versi cerpen yang ditulisnya. Seyogyanya pembiasaan positif ini disikapi dengan bijak sebagai bagian dari pendidikan karakter , bukan semata-mata mengejar target pencapaian kompetensi pembelajaran.

Menulis cerpen dengan tabel kerangka konsep akan menghapus anggapan bahwa menulis cerpen itu sulit. Sebaliknya menulis cerpen antiplagiat dengan tabel kerangka konsep itu mudah dan menyenangkan. Menulis cerpen dengan konsep yang jelas dan terencana tentu akan menghasilkan karya cerpen yang lebih berkualitas dibanding dengan menulis cerpen tanpa konsep yang jelas. Mari budayakan menulis di kalangan pelajar sebagai kegiatan cerdas yang menyenangkan dengan menghasilkan karya yang benar-benar orisinil yang mencerminkan kualitas dan kejujuran. (*/aro)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 2 Sragen