Warga Terdampak Lindu Terima Bantuan

1120
PERBAIKAN RUMAH : Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz saat menyerahkan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah rusak akibat Lindu, Selasa (19/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERBAIKAN RUMAH : Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz saat menyerahkan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah rusak akibat Lindu, Selasa (19/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Akibat gempa bumi atau lindu yang mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya, Jumat (15/12) malam, berdampak hingga Kota Pekalongan. Beberapa bangunan milik warga rusak hingga menyebabkan salah satu warga meninggal dunia karena tertimbun runtuhan tembok.

Untuk membantu meringankan beban warganya, Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz menyerahkan bantuan berupa uang tunai, Selasa (19/12) kemarin. Wali kota berharap bantuan yang disalurkan tersebut bisa dimanfaatkan oleh korban terdampak, khususnya untuk rehab bangunan rumah yang roboh. “Semoga bermanfaat dan jangan digunakan selain untuk rehab bangunan, seperti membeli televisi atau kendaraan,” pesan wali kota, saat bertemu para korban.

Wali Kota Pekalongan juga menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tersebut adalah bantuan dampak gempa bumi Tasikmalaya, bukan bantuan rob atau banjir. Bantuan diberikan sesuai korban yang ada di 5 titik dampak gempa bumi.

Antara lain 4 rumah warga, atas nama Aminah warga Sugihwaras dapat bantuan sebesar Rp 10 juta, Abdul Manan warga Sugihwaras dapat bantuan Rp 7,5 juta, Ismail warga Krapyak sebesar Rp 7,5 juta dan Kamil warga Sapuro dapat Rp 3 juta. Berikutnya ada 1 musala di Sokoduwet yang diberikan bantuan Rp 3 juta. “Terkait perbedaan bantuan, kami sesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Total bantuan ada Rp 26 juta,” kata wali kota.

Salah satu keluarga penerima bantuan, Ruqoyah, 54, warga Kelurahan Krapyak istri Ismail mengaku senang dengan bantuan tersebut menyatakan bahwa tembok bangunan rumahnya rusak sehingga harus secepatnya diperbaiki agar tidak membahayakan keluarganya. Saat ini, dia dan keluarganya tidur di ruang depan rumah karena tiga ruangan tempat tidur rusak oleh gempa.

Dia berjanji akan memanfaatkan bantuan dengan baik sesuai arahan wali kota. Dia tidak mungkin membeli televisi, karena sudah punya. Kendaraan (motor) juga punya, bahkan sudah punya dua buah. “Saya berterima kasih kepada pak wali, sangat membantu sekali. Ini nantinya akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk membenahi rumah. Kerusakan di rumah kami adalah tembok samping dan kamar,” kata Ruqoyah. (han/ida)