MUI Jateng Luncurkan Mualaf Centre

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng menginisiasi pendirian Mualaf Centre sebagai pusat pembinaan bagi warga yang terpanggil untuk beragama Islam. Menyusul semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dengan Islam, namun belum ada lembaga resmi yang mendampingi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Dakwah MUI Jateng yang juga Pimpinan Mualaf Centre, Drs Anasom M.Hum di sela acara peluncuran Mualaf Centre MUI Jateng di Hotel Pandanaran, Semarang, kemarin. Yakni dalam acara Halaqah Dakwah, Menjawab Tantangan Dakwah di Jawa Tengah Melalui Sosialisasi Pedoman Dakwah dan Islam Washatiyah yang dilaksanakan Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Jateng bekerjasama dengan PT AXA Mandiri Financial Services Unit Syariah.

“Mualaf Centre ini akan berpusat di Masjid Baiturrahman yang menyediakan konsultasi dan pembinaan. Selain disediakan modul dasar tentang agama Islam juga ada 25 tokoh agama yang standby,” tandas Anasom.

Menurutnya, berdasarkan data Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Semarang, khusus di tiap kecamatan di Kota Semarang rata-rata ada sekitar 30 orang yang tertarik beragama Islam. Karena itu, Mualaf Centre juga akan melakukan kerjasama dengan para penyuluh agama di Kota Semarang.

“Sementara ini, data di KUA memang karena alasan nikah. Namun yang karena mendapatkan hidayah juga cukup banyak. Ini baru Kota Semarang, belum kabupaten/kota lain di Jawa Tengah,” katanya.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, KH Kholil Nava mengapresiasi peluncuran Mualaf Centre tersebut. Bahkan, pihaknya akan mengusulkan menjadi program MUI Pusat yang diadopsi dari MUI Jateng. “Kami selama ini tak punya lembaga yang mengurusi mualaf secara khusus. Program yang baik dari daerah, bisa diambil untuk menjadi progran nasional,” katanya.

Sedangkan Ketua MUI Jateng, KH A Darodji menyatakan bahwa umat Islam harus bisa memahami Islam yang dibawa oleh nenek moyang atau para ulama. Misal di Kudus, tak ada yang mengharamkan sapi. Namun karena perjanjian dengan masyarakat Hindu, maka orang Islam di Kudus tak ada yang menyembelih sapi.

Ditambahkan KH Kholil bahwa Islam Washatiyah atau Islam Moderat yang diusung MUI meliputi 3 hal. Yakni, proses pembimbingan, pemahaman dan penguatan. “Banyak orang menjadi dai di televisi tanpa standar yang jelas. Maka ke depan, harus ada rekomendasi MUI siapa yang bisa menjadi dai di televisi. Hal ini agar masyarakat tak lepas dari akidah dan paham yang menyimpang,” tandasnya. (ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -