Pria Paruh Baya Tewas di Kamar Hotel

1345

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Kecamatan Bandungan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di kamar hotel Tribuana 3, Rabu (20/12). Jenazah ditemukan pertama kali oleh karyawan hotel, Joko Prastowo, 56.

Dikatakan Joko, sebelum ditemukan ia menaruh kecurigaan karena sebelumnya korban bernama Robani, 56, warga Jalan Arwana Kelurahan Ungaran Kecamatan Ungaran Barat sebelumnya meminta dirinya untuk dicarikan tukang pijit.“Sebelumnya ia (korban) meminta dicarikan tukang pijit,” ujar Joko.

Saat disambangi di kamar yang ditempati yaitu nomor 26 tidak menunjukkan tanda-tanda ada orang. “Saya ketok beberapa kali tidak dijawab, sampai teriak-teriak memanggil masih tidak dijawab juga,” ujarnya.

Karena merasa penasaran, ia bersama karyawan hotel yang lain pun mendobrak pintu hotel. Ia pun mendapati korban sudah tergeletak di atas tempat tidur dan sudah tidak bernafas. Hal serupa juga dikatakan saksi lain, Pratikto, 64.Melihat kondisi tersebut ia pun langsung melaporkan hal itu kepada pihak manajemen hotel. “Kita takut langsung lapor saja ke pihak menejemen hotel, supaya ditangani,” tuturnya.

Tak berselang lama petugas dari Polsek Bandungan tiba dilokasi untuk melakukan evakuasi jenazah korban. Jenazah korban lantas dibawa ke puskesmas terdekat untuk di periksa lebih lanjut.

Sementara itu beberapa petugas masih melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan hasil olah TKP tidak didapati hal-hal yang mencurigakan.“Barang-barang berharga milik korban seperti sepeda motor dan handphone juga masih,” ujar Yusi.

Selain itu hasil dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Bandungan juga tidak menunjukkan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.Saat ini pihak kepolisian masih menduga jika korban meninggal lantaran sakit. “Dugaan awal, korban meninggal karena sakit,” katanya.

Usai melakukan olah TKP dan pemeriksaan tubuh korban, pihak keluarga langsung dikabari. Tak berselang lama pihak keluarga korban pundatang ke puskesmas Bandungan untuk mengambil jenazah untuk segera dimakamkan. Meski begitu,pihak kepolisian tetap menutup kamar nomor 26 tersebut menggunakan police line.

Hal itu dilakukan guna kebutuhan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga memeriksa tiga orang saksi mata kejadian. Kesemuanya merupakan karyawan hotel Tribuana 3. “Jenazah sudah diserahkan keluarganya, guna kepentingan penyelidikan kita telah memeriksa tiga orang saksi mata,” ujarnya. (ewb/bas)