Kasus Sabu Tertinggi di Semarang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 782,169 gram barang bukti sabu berhasil diamankan Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang dalam kurun waktu setahun ini. Sabu menjadi barang bukti yang mendominasi tindak pidana peredaran narkoba di Kota Semarang selama 2017.

“Hampir 95 persen dari ratusan kasus yang kami tangani, sebagian besar kasus sabu,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi, Jumat (22/12).

Hanafi menyebutkan, selama 2017, pihaknya telah melakukan pengungkapan tindak pidana peredaran narkoba sebanyak 195 kasus. Dari jumlah tersebut, 186 kasus di antaranya merupakan kasus narkotika, seperti sabu, ekstasi dan ganja. Sembilan lainnya merupakan kasus obat-obatan berbahaya yang masuk dalam obat daftar G atau pil koplo. Jumlah tersangkanya mencapai 244 orang, termasuk 1 anak di bawah umur.

“Rinciannya, 136 laki-laki dan 8 perempuan,” imbuhnya.

Hanafi menjelaskan, berkembangnya peredaran sabu ini dipicu oleh masuknya barang haram tersebut ke berbagai lini profesi masyarakat Kota Semarang. Kini, sabu tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas saja. Bahkan, Hanafi menyebutkan beberapa pengguna di antaranya bekerja sebagai sopir kontainer, sopir bus hingga pekerja bangunan. Hal ini ditengarai adanya penjualan paket dengan harga sedemikian rupa murahnya.

“Ya, karena ada yang jual paket hemat Rp 100 ribu, jadi mereka itu patungan, lalu dipakai bareng-bareng,” katanya.

Pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan terjadinya peredaran narkoba di beberapa daerah. Wilayah yang dinilai rawan di antaranya Semarang Utara, Semarang Barat dan Semarang Tengah. “Peredaran narkoba ini kan memang sangat sulit, nggak ada yang lapor. Harus kita yang nyari sendiri. Kalau nggak rajin ya nggak dapat, penyebarannya (narkoba) makin besar,” tandasnya. (tsa/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -