Longsor, Jalan Putus, Tanah Bergerak

1028
GANGGU AKSES WARGA: Longsor terjadi di Dusun Diwak, Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (21/12) malam, pukul 20.00. Longsor menyebabkan jalan antardusun di wilayah tersebut, putus. (ISTIMEWA)
GANGGU AKSES WARGA: Longsor terjadi di Dusun Diwak, Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (21/12) malam, pukul 20.00. Longsor menyebabkan jalan antardusun di wilayah tersebut, putus. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Longsor dan tanah bergerak terjadi di sejumlah wilayah di eks karesidenan Kedu, Jumat (22/12) kemarin. Bencana terjadi akibat guyuran hujan sepanjang Kamis (21/12) siang hingga Jumat (22/12) dinihari. Di Kebumen, misalnya, hujan deras menyebabkan 8 rumah warga Dusun Lemparak, Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, mengalami longsor, pukul 20.00 WIB. Semua korban kini telah diungsikan ke rumah-rumah warga yang lebih aman.

“Rumah warga yang menjadi tempat pengungsian sementara, masih berada satu RT,” kata Bako Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, kepada media Jumat (22/12) kemarin. Heri merinci, dari 8 rumah warga yang terdampak longsor, 2 di antaranya mengalami kerusakan parah. Sementara 6 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Saat ini, delapan rumah tersebut sudah dikosongkan. Pengosongan rumah untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. “Karena cuaca, situasi, dan kondisi di sekitar lokasi masih cukup rawan,” kata Heri.

Heri menyampaikan, hujan dengan intensitas rendah dan sedang pascaperistiwa terjadi, masih mengguyur kawasan setempat. “Kondisi lokasi sangat gelap, karena jaringan listrik juga padam. Maka, mengantisipasi longsor susulan dan kemungkinan buruk lainnya, warga diungsikan.”

Terpisah, bencana longsor juga terjadi di Dusun Gondosuli, Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, Purworejo. Tanah seluas satu hektare lebih longsor dan mengancam permukiman warga di atasnya. Material longsor menimbun beberapa petak sawah milik petani. Perangkat Dusun Gondosuli, Jemangin, menyampaikan, hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (20./12) lalu hingga Jumat (22/12) dinihari. Akibatnya, terjadi longsor. “Awalnya cuma sedikit yang longsor, tapi bertambah luas karena hujan terus mengguyur,” kata Jemangin, Jumat (22/12) kemarin.

Meski belum sampai ke permukiman, warga saat ini didera waswas. Sebab, gerakan tanah hingga Jumat (22/12) belum berhenti. Tadinya jauh dari permukiman, sekarang jaraknya tinggal kurang dari 100 meter. “Jadi, kalau kita berdiri seperti naik bus, karena pergerakan tanah sangat cepat,” katanya.

Itu terjadi karena jenis tanah di wilayah tersebut termasuk tanah lempung. Belum lagi ada dua sumber mata air yang sangat besar. Kondisi lahan yang berkontur miring, mengakibatkan longsor cepat terjadi. Hingga Jumat (22/12), BPBD setempat belum ada yang turun ke lokasi.

Masih di Purworejo, bencana tanah bergerak di beberapa kecamatan, segera direspons oleh jajaran Koramil 13 Bener. Anggota Koramil 13 Bener bersama warga bergotong-royong menyingkirkan material dan membongkar beberapa rumah yang sudah tidak layak huni.

Komandan Koramil 3 Bener Kapten Infanteri Wardiman mengatakan, bencana yang menimpa warga merupakan tanggungjawab bersama. Untuk Kecamatan Bener, ada tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat. Terparah di Dusun Watubelah RT 03 RW 04 Desa Sukowuwuh.

Dari tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat, kerusakan terparah dialami oleh rumah Wakimah, 55. “Rumah tersebut harus dibongkar total.” Sedangkan rumah milik Fardholi, 51, hanya dibongkar sebagian. Wardiman menyampaikan, pihaknya bersama muspika di Kecamatan Bener—selain melakukan pembongkaran rumah—juga memberikan bantuan sembako. Saat ini warga dan aparat terus memantau pergerakan tanah di lokasi kejadian.

Sementara itu, di Dusun Diwak, Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (21/12) malam, pukul 20.00, juga terjadi longsor. Longsor menyebabkan jalan penghubung di dua dusun terputus. Yakni, Dusun Diwak dan Sraten.

Longsor terjadi karena curah hujan di wilayah Secang cukup tinggi. Akibatnya, talut penahan jalan berukuran panjang 30 meter dan tinggi 10 meter mengalami jebol. “Longsor juga menimbun kolam ikan milik warga,” kata Kapolsek Secang, AKP Purwanto, Jumat (22/12) kemarin. Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Kedu di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hanya perkiraan kerugian mencapai kurang lebih Rp 5 juta. (jpg/isk)