Disambut Tari Gambyong, Bawa 24 Hantaran

1774

Waktu yang ditunggu pun tiba. Dengan balutan pakaian biru tua dan hijab hitam, diiringi dua perempuan muda membawa bunga, Ivo Azhari keluar dari kamarnya. Semua mata tertuju padanya. “Cantik ya,” puji para tamu yang hadir.

Ivo pun duduk di tengah kedua orang tuanya. Tepat di depan sang pria pujaannya yang juga didampingi orang tua. Rona bahagia menghiasi wajah Sugianto Sabran saat calon istrinya duduk di depannya. Pria yang tadi malam mengenakan baju batik khas Kalimantan Tengah warna biru, celana hitam dan tak lupa berpeci hitam ini selalu menebar senyum. Pun dengan Ivo Azhari. Ia juga tampak bahagia, dan selalu tersungging senyum. Sang ibunda Ivo, Listyo Handayani, juga tampak bahagia. Ia selalu menebar senyum. Berbeda dengan Tri Tugiyanto yang tadi malam tampak kurang ceria.

Rombongan keluarga dari Palangkaraya disambut tuan rumah lewat Hadi Prayitno sebagai perwakilan keluarga Ivo Azhari. Dalam sambutannya, Prayitno memperkenalkan satu per satu keluarga calon istri orang pertama di Kalimantan Tengah ini. Sesekali ia menyampaikan pidato dengan bahasa Jawa.

“Semoga dengan perkenalan ini, nantinya bisa menjadi keluarga besar yang baik,” ujarnya di hadapan ratusan tamu, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta sejumlah pejabat Provinsi Kalimantan Tengah.

Fahrizal Fitri, wakil sekretaris panitia acara mengatakan, rombongan keluarga Sugianto Sabran berjumlah kurang lebih 70 orang. Rombongan tiba di Semarang Jumat (5/1) pagi pukul 09.30, dan beristirahat di Hotel Ciputra Semarang. Sementara Sugianto Sabran datang lebih awal sekitar pukul 07.00 pagi, dan menginap di Hotel Grand Candi.

“Selain pihak keluarga, hadir pula unsur muspida dan Forkompida, Kapolda Kalteng, Wakil Ketua DPRD Kalteng, anggota DPR RI Pak Hamdani dari Nasdem, tokoh agama dan tokoh masyarakat, ” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.