Disambut Tari Gambyong, Bawa 24 Hantaran

1775

Dalam prosesi ini, kata dia, gubernur membawa sekitar 24 jenis hantaran. Hantaran tersebut, dikatakan oleh Fahrizal, berisi perlengkapan keperluan perempuan seperti sepatu, dan sejumlah perlengkapan lainnya.

“Tidak ada yang istimewa. Perlengkapan perempuan biasa,” jelasnya sembari menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan sudah 100 persen.

Menuju kediaman Ivo, rombongan yang kompak mengenakan pakaian dengan ciri khas Kalimantan dikawal petugas dari Satlantas Polrestabes Semarang. Pengawalan dilakukan dengan menggunakan 3 mobil patwal lantas, 1 PJR Polda, 1 unit wolf kendaraan taktik, dan 4 kendaraan bermotor dari gegana.

Di sela acara foto bersama, Ivo mengatakan dirinya sudah saling kenal cukup lama. Sekitar 4 tahun menjadi waktu yang telah mereka lalui hingga memutuskan akan mengucap janji suci di depan penghulu pada 25 Januari nanti. “Dia aja yang jawab,” ujar Sugianto Sabran dengan menampakkan senyum khasnya. “Oke, kita kenal kurang lebih sudah 4 tahun,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Celetukan pertanyaan mengenai perasaan gubernur muncul dari kerumunan awak media. Sugianto pun menjawab dengan santai, bahwa sudah barang tentu semua akan mengalami apa yang dialaminya malam itu. “Semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan. Semua akan mengalaminya. Seneng pastinya,” katanya

Konsekuensi menjadi istri orang nomor satu di tingkat provinsi bukanlah hal mudah. Tentu Ivo harus menyesuaikan diri dengan sejumlah kesibukan dan kegiatan suaminya nanti. Meskipun demikian, alumnus Ilmu Komunikasi FISP Undip ini mengaku tidak ragu untuk menyandang gelar sebagai Ibu Gubernur Kalimantan Tengah. “Saya siap,” ujar Ivo dengan senyum bahagianya.

“Sama saja. Semua orang kesibukannya sama. Tidak ada yang membedakan,” timpal Sugianto Sabran. Mereka terlihat kompak.

Pasangan beda budaya ini berharap bisa hidup bahagia. Tidak hanya bahagia berdua, namun juga bersama keluarga besarnya. (*/aro)