Ganjar-Gus Yasin, Duet Nasionalis dan Religius

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri telah mengambil keputusan dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Dia menaruh kepercayaan kepada Taj Yasin atau Gus Yasin, putra dari KH Maimun Zubair, untuk mendampingi petahana Ganjar Pranowo menjadi pemimpin Jateng lima tahun ke depan.

Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono, menilai, keputusan Megawati ini pasti sudah melewati pertimbangan yang sangat matang. Sebab, partai yang dominan di Jateng, justru menyerahkan kursi wakil kepada parpol lain. Melihat pengalaman sebelumnya, biasanya PDIP menyerahkan kedua kursi kepada kader internal.

GUS YASIN (ISTIMEWA)
GUS YASIN (ISTIMEWA)

“Ini cukup mengagetkan. Mungkin tidak hanya di masyarakat umum, juga di internal PDIP. Tidak mudah dimengerti mengapa PDIP mengambil kader PPP. Apalagi nama Gus Yasin belum populer di Jateng. Tidak muncul juga di survei,” katanya, Minggu (7/1).

Teguh khawatir, keputusan ini justru memecah kekuatan PDIP. Ketika posisi strategis diserahkan kepada tokoh di luar PDIP, ada kemungkinan solidaritas internal partai menurun.

“Persoalan yang dihadapi adalah bagaimana solidaritas partai bisa dibangun. PDIP harus berusaha maksimal dengan segala daya, termasuk dana, untuk membantu kandidat,” bebernya.

Karena itu, PDIP perlu segera melakukan konsolidasi. Menetralisir isu-isu yang kemungkinan akan menjadi bumerang bagi internal partai berlogo banteng moncong putih ini. “Paling tidak, satu atau dua hari ke depan sudah konsolidasi. Kalau solidaritas partai tidak segera dibangun, pasti akan menguntungkan lawan politik.” tuturnya.

Persoalan lain, lanjutnya, ketika nantinya koalisi pengusung Sudirman Said memilih tokoh nasional untuk menjadi wakil. Meski tidak menjamin tokoh nasional bisa memengaruhi hasil pencoblosan, PDIP perlu berhati-hati.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -