Tolak Impor Beras Jelang Panen Raya

696

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kebijakan pemerintah yang mengimpor beras mendapatkan penolakan dari petani di Demak, termasuk DPRD setempat. Anggota Komisi B DPRD Demak, Farodli menegaskan bahwa impor beras menjelang panen raya akhir Januari hingga Februari seperti ini dinilai tidak tepat. “Ini akan merugikan petani. Karena itu, kami menolak impor beras jelang panen raya,” kata Farodli, kemarin.

Menurutnya, impor beras dipersilahkan, asalkan tidak menjelang panen. Sebab, adanya impor beras saat panen, memicu harga gabah turun. Akibatnya, petani yang dirugikan.

Dia menambahkan, areal pertanian di sepanjang saluran Waduk Kedungombo, termasuk Kabupaten Demak sedang menghadapi panen raya padi. Jika impor beras diberlakukan, akan mengacaukan harga di tingkat petani.

Menurutnya, biaya penanaman dan perawatan sampai masa panen menghabiskan dana tidak sedikit. Biaya atau ongkosnya bisa mencapai Rp 5 juta perbahu. Sedangkan, saat ini di wilayah Kabupaten Demak terdapat 48 ribu hektare sawah yang siap panen. “Jadi, sekarang ini tidak tepat jika impor beras,” katanya. (hib/ida)