Harus Ada Solusi Selain Impor

844
Ferry Firmawan (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng dengan tegas menolak kebijakan impor 500.000 ton beras yang dilakukan pemerintah pusat. Sebab, di Jateng pasokan beras diprediksi surplus mendekati angka satu juta ton saat masa panen raya Januari-Maret.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ferry Firmawan mengatakan, pemerintah harusnya jangan selalu mengambil langkah impor beras. Jika kondisi tersebut dibiarkan, jelas akan terjadi ketergantungan impor untuk memenuhi konsumsi masyarakat. “Kebijakan ini jelas bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Apalagi Jateng merupakan lumbung pangan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, dengan alasan apapun pemerintah harusnya tidak melakukan impor beras. Terlebih harga jual padi dalam minggu kedua Januari naik menjadi Rp 5.500 per kilogram dari yang sebelumnya hanya Rp 4.500 per kilogram. Ketika ada kebijakan impor, maka harga jualnya akan turun drastis. “Dan lagi-lagi yang menjadi korbannya petani dan rakyat kecil, karena harga jual gabah akan kembali murah,” ujarnya.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jateng ini meminta agar pemerintah memikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan jangan memberatkan dengan berbagai kebijakan pangan yang tidak mencerminkan sense of humanity. “Harusnya ada ketegasan agar memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal. Sehingga pasar bisa didominasi oleh produk beras lokal, bukan impor,” tambahnya.

Fakta di lapangan menunjukkan stok beras di Jateng masih mencukupi. Di Sub Divisi Bulog Banyumas misalnya, stok beras di wilayah eks Karesidenan Banyumas masih cukup sampai 4 bulan ke depan. Sementara di Kabupaten Magelang beras surplus 80 – 100 ribu ton. “Saya kira tidak perlu melakukan impor karena beras banyak yang surplus,” tegasnya.

Pemerintah diminta menggandeng petani agar bisa lebih meningkatkan produksinya. Selain itu, masyarakat juga harus dikampanyekan agar untuk merevitalisasi bahan pangan agar konsumsi tidak hanya bergantung beras, meskipun itu makanan pokok. (fth/ric)