Belum Miliki E-KTP atau Suket Tak Didata

721

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 92.894 personel dikerahkan untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang akan menggunakan hak pilih pada Pilgub dan Pilkada serentak 7 derah di Jateng, 27 Juni mendatang. Mereka akan melakukan pendataan secara sertentak mulai Sabtu (20/1) mendatang. Ditargetkan, harus sudah klir selama 30 hari.

Personel itu terdiri dari 64.171 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), 25.677 panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa/kelurahan, 3.865 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 175 anggota KPT kabupaten/kota, 5 orang Anggota KPU Provinsi Jateng, dan 1 orang Anggota KPU RI.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo menjelaskan, 92.894 petugas itu akan menyambangi 320.855 rumah. Khusus pada coklit serentak itu, ditarget akan tercoklit sebanyak 1.284.420 pemilih atau 4,74 persen dari total pemilih di Jateng dalam DP4 yang diberikan Kementerian Dalam Negeri sejumlah 27.088.592 pemilih.

“Coklit harus selesai dalam 30 hari. Jika petugas tiap hari dapat mencoklit 4,74 persen maka dalam 25 hari ke depan seluruh pemilih di Jateng yang memenuhi syarat telah tercoklit,” jelasnya, Kamis (18/1).

Bagi pemilih yang belum memiliki KTP elektronik (E-KTP) atau surat keterangan (Suket), terpaksa tidak bisa didata. Karena itu, KPU Jateng akan terus berkomunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memberikan fasilitas agar warga bisa segera melakukan perekaman

“Kami akan konfirmasi dan konsolidasikan dengan Dinas Dukcapil, sehingga sampai selesainya DPT (Daftar Pemilih Tetap) April mendatang, bisa dilakukan perekaman semuanya dan memiliki Suket. Intinya warga yang sudah memenuhi syarat harus didaftar, bagi yang tidak memenuhi harus dicoret,” ujarnya.

Sementara bagi warga Jateng yang bekerja di luar negeri maupun di luar daerah, lanjut Joko, tetap akan didata. Coklit dilakukan pada pihak keluarga melalui kartu keluarga (KK). Dan diberi tanda khusus bahwa yang bersangkutan berada di luar negeri. Sehingga dapat diketahui dengan mudah di kemudian hari. Adanya coklit ini dengan harapan kualitas daftar pemilih bisa akurat dan mutakhir.

Komisioner KPU Jateng, Muslim Aisha menambahkan, adanya gerakan ini diharapkan masyarakat bisa ikut aktif. Termasuk mendorong para tokoh untuk menjadi contoh.

“Kami juga akan lakukan uji publik, apakah nama yang diumumkan nantinya sudah benar atau belum. Ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Kita inginnya semua yang memenuhi syarat bisa memiliki hak suara,” tuturnya.  (amh/zal)