Perawatan Paling Aman ke Spesialis Ortodontis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM – MARAKNYA penggunaan kawat gigi atau behel, rupanya tukang gigi pun ikut meraup untung dengan membuka jasa pemasangan behel. Selain itu, masyarakat kini banyak yang memilih untuk menggunakan jasa tukang gigi meskipun memiliki risiko yang tidak mereka ketahui.

Ketua Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) Jateng-DI Jogjakarta, drg Sri Suparwitri SU SpOrt (K) menyayangkan maraknya tukang gigi yang kini melakukan praktik melewati batas keilmuan. Menurutnya, baik pemasangan gigi maupun behel tidak boleh sembarangan dan memerlukan berbagai pertimbangan serta alat yang mumpuni.

“Dokter gigi saja tidak mungkin melakukan sendiri pemasangan gigi ataupun behel, karena itu sudah ada keilmuannya atau spesialisasinya lagi yang pendidikannya ditempuh paling tidak 3 tahun,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (28/1).

Dokter yang akrab dengan sapaan dr Loki ini mengatakan, jika memang pasien ingin melakukan pemasangan kawat gigi, disarankan untuk dilakukan oleh dokter gigi spesialis Ortodonsia. Untuk bisa mendapatkan titel ini, lanjutnya, seorang dokter gigi harus mengambil spesialis dengan belajar minimal 3,5 tahun untuk mengetahui seluk beluk maloklusi (hubungan antara gigi atas bawah dan kiri kanan, Red).

Bandingkan dengan seorang ahli gigi yang tidak diketahui dengan pasti darimana ia mendapatkan keterampilan memasang kawat gigi. Tentu jauh berbeda. Ia menegaskan bahwa ilmu orto bukanlah ilmu sederhana. Banyak hal kompleks yang harus dipahami, tidak asal memasang gigi atau behel semata.

“Dokter gigi spesialis ortodontis harus melakukan analisis dahulu terhadap gigi pasien, sehingga mampu memahami kasus. Selanjutnya melakukan perawatan perencanaan, melakukan pemasangan kawat, menguasai cara perawatan hingga mempertahankan hasil,” jelasnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -