SK Wali Kota Harus Diubah

Pemindahan Terminal Terboyo

1275

“Dishub Kota Semarang pada prinsipnya no problem. Makanya di dalam SK nanti ada peruntukan, dan fungsi terminal. Sebagaimana terminal Tipe B ini nanti kan bisa untuk mengampu AKDP dan kota, untuk Terminal A bisa mengampu AKAP, AKDP dan kota, harus terintegrasi di sana semua. Sehingga nanti yang kami ambil bisa masuk ke Mangkang dan Penggaron, sesuai dengan fungsi terminal itu sendiri,” bebernya.

Sekarang ini, lanjut dia, pemberhentian bus dari arah selatan dan timur masih masuk di Terminal Terboyo. Ini untuk sementara selama masa peralihan sembari menunggu aturan baru diselesaikan. “Setelah SK Wali Kota ditandatangani, nanti segera diberlakukan aturan baru. Diperkirakan, pertengah Februari sudah selesai,” ujarnya.

Ditanya mengenai keberadaan Terminal Bayangan di sejumlah titik, seperti di Krapyak, Banyumanik, dan Kaligawe, yang mengakibatkan kesemrawutan, hal itu juga akan dilakukan penindakan. “Tetapi itu merupakan kewenangan Satlantas Polrestabes Semarang. Termasuk kondisi agen-agen bus luar kota, sebetulnya gampang, dicek kalau tidak berizin harusnya dibongkar oleh Satpol PP,” tandasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengatakan, Terminal Terboyo tetap akan dibangun karena sudah dianggarkan. “Tetapi fungsi Terminal Terboyo yang Tipe C, selain untuk terminal angkutan barang, juga harus tetap bisa menampung bus AKDP dan BRT. Tetapi kalau bus AKAP harus masuk di Mangkang,”  katanya.

Menurut dia, Kota Semarang idealnya memiliki lima titik terminal, yakni Genuk, Penggaron, Banyumanik, Cangkiran dan Mangkang. Selain itu membutuhkan satu sub terminal yakni di Pasar Johar.  “Poros trayek kota ada di Pasar Johar. Tapi, sampai sekarang tidak pernah terpikirkan membangun sub terminal di Pasar Johar untuk angkutan kota, bus kota, dan BRT. Sub terminal sebagai titik poros ini sangat diperlukan, tapi tidak pernah dipikirkan,” ujarnya. (amu/aro)