Siswa Unggulan, Ingin Ikut Lomba Matematika

Kisah Difabel Jalani Pendidikan Umum

1625
RAMAH DAN CERIA : Iqbal Rizki Nurahmad, siswa SMP Negeri 39 Semarang tetap bersemangat meraih prestasi, meski fisiknya mengalami kekurangan semenjak lahir. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAH DAN CERIA : Iqbal Rizki Nurahmad, siswa SMP Negeri 39 Semarang tetap bersemangat meraih prestasi, meski fisiknya mengalami kekurangan semenjak lahir. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Menjadi difabel atau kekurangan fisik, tak selalu menghambat untuk bersaing meraih prestasi dengan mereka yang memiliki kesempurnaan fisik. Justru menerima dan ridho dengan segenap kekurangan dari Sang Pencipta, menjadi pelecut untuk mandiri dan mengukir prestasi.

ADALAH Iqbal Rizki Nurahmad, 13, siswa yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 39 Semarang. Meski mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya sejak lahir, tak pernah menyerah berlatih supaya kuat menapakkan kakinya untuk berjalan. Bahkan, remaja ini sangat ramah, murah senyum dan periang.

ISTIMEWA
ISTIMEWA

Mengenakan baju seragam lengkap, Iqbal sangat antusias dan senang mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya yang berlokasi di Jalan Sompok Peterongan Semarang Selatan, bersama siswa-siswi lain yang berlangsung pada Jumat siang (2/2) kemarin.

Ia terlihat akrab dan memiliki kedekatan dengan teman-temannya saat mengikuti kegiatan Pramuka. Teman-temannya juga tidak malu memiliki teman yang kekurangan fisik, justru berebutan membantu mendorong kursi roda Iqbal kesana-kemari. “Iya, saya senang dan bersyukur, disini banyak teman. Mereka tidak malu dengan saya,” ungkap Iqbal saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam kesempatan ini, anak pasangan Achmad Chusaini, 48, dan
Triyani Rina Indragunanti, 44, mengakui cacat fisik bagian kakinya sudah dialaminya sejak lahir, pada 24 Agustus 2004 di Rumah Sakit Pantiwiloso.  “Dari cerita mama, saya lahir prematur. Harusnya sembilan bulan, tapi tujuh bulan sudah lahir,” bebernya.

Iqbal juga mengatakan, telah memiliki saudara kembar. Namun, nyawanya tidak terselamatkan. “Saya punya kembaran. Tapi dari lahir satu minggu, sudah tidak ada,” beber Iqbal yang memiliki kakak bernama Cikha Rahma Nuraini, 18, ini.