IPB Bangun Pusat Penelitian di Kajen

1009
TINJAU LOKASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bersama Kepala Dinas DPPKAD saat meninjau lokasi yang akan digunakan Station Lapangan IPB di Desa Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
TINJAU LOKASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bersama Kepala Dinas DPPKAD saat meninjau lokasi yang akan digunakan Station Lapangan IPB di Desa Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana membangun Station Lapangan di Desa Kajen Kecamatan Kajen. Lokasi ini akan jadi tempat penelitian dan kuliah kerja nyata (KKN) lapangan mahasiswa IPB.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, pembangunan Station Lapangan IPB merupakan bagi dari cita-citanya untuk membuka 8 perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan pada 2018. Sebelum ini, Kabupaten Pekalongan tidak memiliki Perguruan Tinggi.

“Delapan perguruan tinggi, 5 di antaranya perguruan tinggi negeri, semuanya saat ini sudah on process,” ungkap Asip di sela meninjau lokasi calon Station Lapangan IPB, Jumat (2/2).

Sebelum ini, IAIN Pekalongan secara resmi membuka perkuliahan di Desa Wangandowo Kecamatan Bojong. Universitas Diponegoro (Undip) Semarang juga membangun kampus Fakultas Peternakan dan Pertanian di Kecamatan Kesesi. Kemudian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi (Lemdikpol) di Karanganyar dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Kajen. Sementara Universital Pekalongan (Unikal) dan Politeknik Nahdlatul Ulama sudah melakukan survei pendahuluan ke calon lokasi kampus.

Asip menjelaskan, Station Lapangan IPB akan dibangun pada pada lahan seluas 2 hektare. Direncanakan, peresmian akan berlangsung pada Mei 2018. ”Akan digunakan untuk pengembangan pengetahuan utamanya untuk penguatan teknologi pangan, dan tahun 2018 ini bisa dibikin modelnya,” kata Asip.

“Kami juga sedang mendorong partisipasi aktif untuk Muhamadiyah agar mendirikan perguruan tinggi juga di Kajen. Sedangkan proses izin AKN saat ini sudah sampai ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan secara lisan Mendikbud telah menyetujui alih fungsi dari Akademi Komunitas menjadi Politeknik,” tegas Asip. (thd/ton)