BBWS Tuding Anggota Dewan Asal Ngomong

893

Ia meminta masyarakat bersabar, karena proses penanganan masalah banjir di wilayah Genuk ini masih terus dilakukan. “Ini tinggal menunggu waktu. Kami juga sudah pesan pompa kapasitas besar di pintu Sringin dan Tenggang. Kalau sudah dipasang pompa, maka bisa aman. Limpasan masuk ke Sungai Babon, dari tengah ke bawah ini kami atasi dengan pompa. Ada pompa di  Sungai Sringin Baru dan Lama yang saat ini mendekati 2 kubik, kemudian ada pompa di pinggir Polsek Genuk untuk dibuang ke Sungai Babon. Relatif bisa terkendali kalau nanti hujan sudah reda,” jelasnya.

Pihaknnya juga terus memantau pasang surutnya rob atau ketinggian air laut. Kalau rob atau ketinggian air laut di bawah elevasi di Genuk, maka tanggul dibuka. “Biar air mengalir gravitasi ke laut. Tapi tetap kami pompa untuk memercepat. Kondisi saat ini, elevasi jalan dari RSI Sultan Agung lebih rendah. Makanya di daerah situ sering tergenang kurang lebih 10 sentimeter,” katanya.

Kondisi drainase di wilayah Genuk, kata Ruhban, tidak ada masalah dan tetap berfungsi. Sebab, jika disedot dari Sungai Sringin Baru dan Lama, maka genangan air akan kering. “Ciri-cirinya bisa dipantau melalui mistar ukur di hulu pintu tanggul Sringin Baru dan Lama. Kalau mistar menunjukkan angka 0,9 meter atau 90 sentimeter, maka elevasi di Genuk 5 sentimeter. Bila mistar ukur itu semakin tinggi, maka elevasi di Genuk juga semakin tinggi pula. Kalau angka menunjuk 1 meter, maka di Genuk 15 centimeter. Kalau 1,5 meter, maka elevasinya 20 centimeter dan seterusnya,” terangnya.

Dia menegaskan, air yang menggenangi wilayah Genuk bukan air rob. “Tidak, jangan bicara rob sekarang. Kalau nggak percaya, air genangan di Genuk dikumur-kumur, asin atau tawar. Gitu aja prinsipnya. Kalau asin, berarti rob. Kalau tawar, bukan rob. Banjir ini merupakan air hujan. Kecuali saat badai Cempaka beberapa waktu lalu, ketinggian air laut mencapai 1,6 meter. Sedangkan tanggul sementara hanya 1,5 meter, sehingga rob melimpas. Kalau fenomena gerhana Supermoon kemarin, rob tidak masuk ke daratan. Karena ketinggian air laut 1,4 meter, tanggul kami 1,5 meter. Sehingga tidak masuk,” katanya.

Dia mengakui, kapasitas pompa yang dimiliki saat ini memang masih kurang. Namun pihaknya memaksimalkan pompa yang ada. “Di Sringin kebutuhannya 10 kubik per detik. Kalau di Tenggang 12 kibik per detik. Kami baru punya sedikit, tapi terus kami optimalkan dengan upaya-upaya, di hulu supaya lari ke sungai Babon. Kemudian di hilir kami tambah pompa,” ujarnya.