Klaim Gizi Buruk di Jateng 0,03 persen

948

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Angka gizi buruk Jateng sangat rendah. Dari data Dinas Kesehatan Jateng, terhitung ada 0,03 persen warga yang terkena gizi buruk di wilayahnya. Jauh di bawa angka nasional yang mencapai 3 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, masih ditemukannya kasus gizi buruk bukan karena faktor kemiskinan atau rendahnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Kasus itu justru terjadi karena pola asuh mengkonsumsi makanan yang masih salah.

“Banyak yang lebih seneng makan daging, yang dewasa sama saja. Harusnya dari kecil sudah biasa makan sayur dan buah. Faktor tidak bisa beli makanan itu tidak ada. Sayuran dan buah itu kan murah dan ditanam dimana-mana,” ucapnya,” Minggu (11/2).

Pola konsumsi yang salah itu membuat metabolisme tubuh jadi kurang seimbang. Artinya, makanan mahal belum tentu mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Menu makanan yang lebih bervariasi, justru lebih baik.

Dijelaskan Yulianto, faktor terjadinya gizi buruk di Jateng justru karena faktor penyakit. Hal tersebut membutuhkan penanganan khusus. “Biasanya gizi buruk di Jateng  kebanyakan itu disertai penyakit, seperti hidrosefalus, dan anak penderita penyakit kronis. Gisi buruk yang sering kita temukan seperti itu. Jadi penambahan gizinya kurang optimal,” tegasnya.

Yulianto, menuturkan penanganan gizi buruk di Jateng terus dilakukan. Penanganan dimulai dari ibu hamil sampai remaja dipantau oleh Dinas Kesehatan.

“Ibu hamil kami periksa secara rutin, kita jaga gizinya. Kemudian bayi kita pastikan mendapat asi eksklusif, kemudian balita juga di awasi terus dengan diadakannya posyandu dan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita (PMTAB), kemudian anak sekolah juga ada program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah ( PMTAS),” tuturnya. (amh/zal)