Bangun Sarana Air Bersih, Kucurkan Rp 600 Juta

756
PERRESMIAN : Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, melakukan peresmian fasilitas air bersih di Rembang. (ISTIMEWA)
PERRESMIAN : Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, melakukan peresmian fasilitas air bersih di Rembang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Semen Gresik mengucurkan bantuan sebesar Rp 600 juta untuk tiga desa sekitar pabrik Rembang yakni Desa Kajar, Timbrangan dan Ngampel. Bantuan tersebut untuk membangun fasilitas sarana air bersih berupa fasilitas pompa, pipanisasi dan tandon air.

Pembangunan infrastruktur air bersih tersebut, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin dan Bupati Rembang Abdul Hafidz di Dukuh Jatimalang Desa Kajar Kecamatan Gunem. “Pembangunan sarana air bersih di 3 desa dengan jumlah penduduk 600 KK atau 1800 jiwa dikerjakan mulai hari ini dan ditargetkan rampung dalam waktu 45 hari ke depan,” kata Mukhamad Saifudin.

Ia menerangkan, air berasal dari sumber air yang sudah ada di Desa Kajar dan Ngembel. Sedangkan untuk Desa Timbrangan berasal dari sumur bor warga. Melalui bantuan infrastruktur sarana air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya untuk penyediaan pelayanan dasar masyarakat tentang air bersih. “Dengan bantuan ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan budaya bersih di masyarakat, mengembangkan sanitasi lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam mewujudkan sarana air bersih dan sanitasi yang berkesinambungan dibutuhkan pengelola sarana yang mampu mengelola, mengoperasikan dan memelihara sarana tersebut dengan baik. Karena itu, pengelolaannya akan diserahkan kepada masyarakat melalui BUMDES desa. “Pengelolaannya nanti diserahkan kepada BUMDES untuk pemerataan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan Pemkab Rembang sangat mengapresiasi antuan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap, perusahaan dapat menggerakkan potensi ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Dan masyarakat dapat mendukung adanya industri di Kabupaten Rembang,” jelasnya. (den/ida)