Iklan Berjalan Kian Marak di Kota Atlas

Tempuh Perjalanan, Sambil Raup Uang

1934
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM – Setelah transportasi berbasis online datang layaknya predator, sehingga berbagai jenis transportasi konvensional terkapar. Belakangan ini muncul teknologi aplikasi pendatang baru di setiap kota besar, yakni iklan berjalan. Tak terkecuali di Kota Semarang. Iklan berjalan ini diperkirakan mengancam iklan jenis konvensional seperti videotron, reklame, dan lain-lain. 

Sejumlah aplikasi yang terbilang baru tersebut, berkonsep mobil branding atau iklan berjalan menggunakan media mobil ataupun motor. Sejumlah pemilik modal yang mem-backup aplikasi sejenis ini mengajak para driver atau pemilik mobil/motor dimanapun berada untuk mendaftar sebagai mitra, layaknya Go-Jek.

Setelah terdaftar sebagai mitra, mobil milik driver mitra ini dijadikan tempat memasang iklan suatu produk. Iklan yang terpasang adalah iklan berjenis stiker dan stiker transparan yang direkatkan di bodi atau kaca mobil hinggga full body mobil.

Keuntungannya, pemilik mobil berhak mendapatkan pemasukan uang setiap hari disesuaikan dengan jarak tempuh yang telah diatur oleh layanan masing-masing aplikasi tersebut. Jarak tempuh tersebut dihitung dengan memanfaatkan Global Positioning System (GPS) yang terpasang di smartphone para pengemudi.

Sehingga pemilik mobil menempuh perjalanan setiap hari sembari meraup uang tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan lain. Dengan mendaftar sebagai anggota mitra, rata-rata pemilik mobil bisa mendapatkan penghasilan tambahan Rp 1,5 juta per bulan tanpa harus berkeringat.

Sejumlah aplikasi startup yang bergerak dalam bidang mobil branding tersebut di antaranya; Android Sticar, Ubiklan, Promogo, StickEarn, Karta, KarAds, dan DoQar. Tidak main-main, beberapa startup teknologi ini juga menggandeng sejumlah perusahaan besar seperti Tokopedia, Carmudi, OLX, Akulaku, Bukalapak, Shopee, hingga Grab.