Iklan Berjalan Kian Marak di Kota Atlas

Tempuh Perjalanan, Sambil Raup Uang

1939

Dikatakannya, ini menjadi strategi branding yang semakin kreatif dan beragam. Tentunya untuk membangun kesan kepada target audience. “Dengan menggunakan iklan berjalan di mobil, tentu akan lebih efektif ketimbang reklame. Apalagi, para pemasar juga dapat memantau secara real time mobilitas dan jarak tempuh iklan tersebut melalui dashboard aplikasi khusus,” katanya.

Driver lain, Yudi Adriyanto, 27, mengaku telah menjadi mitra salah satu startup di Semarang sejak akhir 2017 lalu. Menurut dia, ini terobosan dunia iklan yang sangat cerdik. “Start up ini juga mampu menggandeng perusahaan-perusahaan besar. Misalnya, situs OLX sudah sedemikian terkenal. Tetapi mereka juga memasang iklan menggunakan pola ini. Tujuannya saya kira adalah untuk melakukan penetrasi branding lebih masif di kota-kota tertentu,” katanya.

Bagi driver mitra, kata dia, juga tidak ada ruginya. Sebab, setiap saat bisa mendapatkan pendapatan tambahan. “Daripada mobil nganggur, lebih baik dimanfaatkan untuk menghasilkan duit. Lumayan kan sebulan Rp 1,5 juta tanpa susah payah. Bisa buat tambahan cicilan mobil,” katanya.

Perusahaan mobil branding tersebut juga ada yang bekerjasama dengan Grab. Setiap mitra Grab juga diberikan tawaran untuk mengikuti program mobil branding tersebut. “Sehingga pendapatannya ganda. Pertama dapat uang sebagai driver Grab, kedua dapat tambahan karena mobilnya ditempeli iklan. Tetapi sejak ada polemik antara taksi konvensional dengan taksi online belakangan ini, stiker iklan itu menjadi bahaya. Sebab, para sopir taksi konvensional mengincar driver online dengan ciri-ciri stiker mobil branding ini. Makanya belakangan ini teman-teman kami mencopot iklan mobil branding tersebut, demi keamanan,” katanya.

Tidak hanya mengunakan media bodi mobil, aplikasi branding berjalan ini juga melibatkan driver kendaraan motor atau roda dua. Biasanya, motor tersebut ditempeli boks di bagian belakang. Di kotak boks atau biasa disebut neon box tersebut menjadi media branding. Setiap pengendara motor yang menjadi mitra itu memanfaatkan GPS di smartphone.