Iklan Berjalan Kian Marak di Kota Atlas

Tempuh Perjalanan, Sambil Raup Uang

1939

Driver Grab Bike, Ryan Bayu Sanjaya mengatakan, usai menjadi pengemudi Grab, ia mendapatkan tawaran untuk memasang iklan promosi melalui SMS. Kemudian ia mendatangi vendor iklan di Jalan Tlogo Mas daerah Tanah Mas Kota Semarang. “Karena kerjasama dengan Grab, saya pun tertarik demi mendapatkan tambahan uang. Lumayan sebulan mendapatkan komisi tambahan sebesar Rp 450 ribu dengan cara ditransfer,” katanya.

Untuk pemasangannya, lanjut Ryan, menggunakan sistem kontrak minimal 1 bulan sampai 3 bulan sesuai ketersediaan iklan yang ada. Ia sendiri mendapatkan iklan produk jual beli online dan sudah dua kali mendapatkan perpanjangan kontrak. “Saat ini, kontrak kedua dengan durasi 3 bulan. Uangnya bisa untuk tambahan belanja,” tuturnya.

Terkait persayaratan, lanjut dia, tidak ada persyaratan khusus. Namun sesuai aturan dari mendaftar Grab, minimal kendaraan yang menjadi mitra Grab adalah kendaraan keluaraan tahun 2009. Saat ini, ada sekitar 100 unit motor yang menjadi mitra dari vendor tersebut. “Ada aplikasinya, sistemnya sama kayak Grab. Jadi vendor tahu keberadaan motor kita dan dipasangi sebuah alat. Per bulan minimal harus berjalan sejauh 1.000 kilometer,” paparnya.

Menurut dia, minat pengemudi Grab untuk dipasangi iklan berjalan tersebut cukup tinggi. Sayangnya vendor terkendala dengan bentuk braket jenis kendaraan. “Paling banyak stock braketnya untuk motor matic, jarang ada kalau motor jenis lainnya,” jelasnya.

Sistem kontrak tersebut, setiap bulannya mendapatkan evaluasi. Jika driver tidak berjalan atau menempuh 1.000 kilometer, biasanya akan diputus kontrak. “Memang wajib digunakan untuk menarik Grab, karena aturannya harus dipakai oleh yang mendaftar,” pungkasnya.