Pejabat Kementerian PUPR Diperiksa

550

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Polrestabes Semarang menengarai adanya ketidakberesan terhadap infrastruktur jalan nasional, provinsi maupun dalam Kota Semarang. Hal ini menyusul sering terjadinya kecelakaan lalulintas, bahkan hingga merenggut korban jiwa yang diduga salah satu penyebabnya adalah jalan rusak. Karena itu, penyidik Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Semarang memeriksa seorang pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR).

“Inisial yang diperiksa D. Beliau sebagai penanggung jawab penyelenggara jalan nasional. Masih kita mintai keterangan, karena masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi terkait pemeliharaan jalan. Jadi, nanti kita lihat dahulu argumentasi beliau,” ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, kemarin.

Pemeriksaan ini, lanjut Ardi, terkait pasal 273 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menjelaskan adanya kewajiban penyelenggara jalan untuk melakukan pemeliharaan jalan terhadap sarana dan prasarana yang ada. Apabila sarana itu tidak dipelihara dengan baik, dan kemudian menimbulkan kecelakaan, maka penyelenggara jalan harus bertanggung jawab.

“Karena jalan itu ada tiga kategori mulai dari jalan kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Kebetulan kejadian kecelakaan ini terjadi di ruas jalan nasional, jadinya nanti masih kita periksa beliau sebagai saksi. Nanti perkembangannya kita kabari,” katanya.

Ardi juga membeberkan, pejabat D sudah dua kali dipanggil oleh penyidik untuk menjalani pemeriksaan terkait hal ini. Bahkan, pihaknya berencana akan kembali melakukan pemanggilan terhadap D. Hanya saja, Ardi tidak menyebutkan jadwal pemanggilan kali ketiga itu.

“Sudah diperiksa dua kali (diperiksa), ya ada (pemanggilan lagi). Kalau sekarang ini statusnya masih sebagai saksi,” terangnya.

Sedangkan kemungkinan naik menjadi tersangka, hal tersebut menurut Ardi perlu adanya bukti kuat. Namun demikian, penyidik akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman dalam melakukan pemeriksaan terhadap D.

“Nanti kita lihat dahulu hasil pemeriksaannya seperti apa. Karena bisa juga mungkin karena keterbatasan pencairan anggaran dan yang bersangkutan, sudah memberikan rambu petunjuk, nah itu harus kami gali informasi, yang penting ada upayanya,” tegasnya.

Dikatakan, pemeriksaan D dilakukan terkait kasus kecelakaan yang menyebabkan seorang tewas di Jalan Arteri Yos Sudarso pada Januari 2018 lalu, serta kasus kecelakaan di Jalan Urip Sumoharjo Mangkang yang merenggut dua korban tewas. Dua gadis pengendara motor tersebut tewas seketika akibat terlindas truk setelah terjatuh menghindari jalan berlubang.

Ardi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan lalulintas, salah satunya pengemudi atau pengendara itu sendiri. “Kami sudah sering memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas, dan safety,” katanya.

Faktor lain adalah kondisi infrastruktur jalan. Pihaknya selalu meminta instansi terkait agar memelihara jalan. “Untuk faktor kendaraan, kami kerja sama dengan Dishub memperketat uji kir. Sedangkan penyebab kecelakaan lainnya adalah faktor lingkungan dan cuaca,” bebernya. (mha/aro)