Pertahankan Harga Diri

802
Probowatie Tjondronegoro (DOKUMEN PRIBADI)
Probowatie Tjondronegoro (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – DUA kasus pembunuhan sadis terjadi di Desa Puguh, Boja Kendal dan Perumahan Permata Puri Ngaliyan. Korbannya, sama-sama perempuan, dan diduga dilatarbelakangi rasa dendam pelaku. Bahkan di Boja, korbannya dibunuh lalu dicor semen di kamar mandi.

Psikolog Probowatie Tjondronegoro mengatakan, kasus pembunuhan yang didasari dendam maupun perasaan tersinggung pelaku bisa dipengaruhi dua faktor, yakni eksternal dan internal. Faktor eksternal yang dimaksudkan adalah ketika seseorang memiliki masalah ekonomi, kepercayaan diri, sehingga membuat harga dirinya menjadi tinggi.

Ketika harga diri sudah tinggi, maka dia akan dengan mudah meledak dan melakukan tindakan untuk mempertahankan harga dirinya. Probo tidak setuju jika perbuatan hingga menghilangkan nyawa orang dikatakan sebagai suatu kekhilafan. Ia menyamakan hal ini dengan perilaku ketika seseorang merasa gemas dengan sesuatu. Saking gemasnya kemudian menyebabkan apa yang diperbuatnya menjadi tak terkendali.

“Misalnya tukang becak kalau keserempet dikit, itu kan dia marahnya kayak apa. Karena ada faktor ekonominya dan berusaha mempertahankan harga diri. Nah itu juga terjadi karena individu tersebut tidak punya corong untuk mengeluarkan uneg-unegnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (1/3).

Probowatie mengatakan, hal serupa juga dapat terjadi pada orang yang berpendidikan jika yang bersangkutan tidak memiliki faktor internal, salah satunya adalah iman yang kuat. Ketika seseorang yang dilecehkan, maka akan berusaha mempertahankan harga dirinya. “Eksternal dan internal yang tidak klop, serta komunikasi tersumbat, sehingga timbul ledakan yang menurut kita ini ‘kok iso yo’ (melakukan pembunuhan atau kekerasan), ya bisa banget,” tuturnya.

Probo menegaskan, kejadian itu tidak perlu dianalisis dengan menggunakan ilmu yang tinggi. Namun masyarakat harus menggunakan logika dan sebisa mungkin menyeimbangkan anatara eksternal, internal dan komunikasi yang baik, sehingga tidak terjadi penyumbatan.

“Penyumbatan itu kalau misalnya dia punya masalah, lantas dia menutup diri dan tidak punya pelarian untuk melepaskan sejenak beban itu. Itulah yang kemudian mempengaruhi seseorang mempertahankan harga diri sedemikian rupa,” tandasnya. (tsa/aro)