Banyak Pedagang Tercekik Renternir

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bertahun-tahun para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang tak bisa lepas dari praktik ‘lintah darat’ atau renternir. ‘Bank gelap’ alias bank ilegal yang biasa disebut dengan istilah ‘bank thithil’ memberi pinjaman modal secara mudah kepada para pedagang. Namun praktik tersebut cenderung merugikan masyarakat karena mereka mematok bunga tinggi, yakni sekitar 10 persen hingga mencapai 25 persen. Sehingga para pedagang tercekik oleh praktik renternir tersebut.

“Realitas yang terjadi sejauh ini, kebanyakan PKL masih terlilit pinjaman modal dari renternir,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Salama Bunasti, di Balai Kota Semarang, kemarin.

Praktik renternir tersebut telah mendarah daging sejak lama di tengah masyarakat. Terutama para pedagang yang membutuhkan modal cepat menjadi target sasaran. Para renternir mengambil peluang tersebut dengan memberikan pinjaman uang modal usaha. Tetapi uang pinjaman tersebut dengan bunga sangat tinggi, sehingga menyengsarakan pedagang.

“Ini menjadi persoalan yang harus disiasati. Kami berusaha melepaskan persoalan tersebut secara bertahap,” kata Salama.

Dia berharap, ke depan PKL di Kota Semarang ini menjadi barometer sekaligus percontohan pengelolaan PKL di Indonesia. Selain itu, dia mendorong PKL memanfaatkan teknologi agar bisa bersaing sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga usaha PKL tersebut bisa dilakukan secara offline maupun online. “Tujuannya agar mereka tidak tergilas arus globalisasi,” katanya.

Ketua DPD APKLI Kota Semarang, KRA Indah Handayani mengatakan, di Kota Semarang penyaluran KUR tanpa agunan telah mulai berjalan. “Termasuk saat ini dilakukan penyediaan lahan PKL di daerah Gunungpati dan Rowosari Meteseh. Sudah banyak permintaan dari PKL, maupun pelaku usaha kecil,” katanya.

Selain itu juga dilakukan penyediaan kuota internet. Saat ini terdapat sebanyak 16 agen. “Akan kami tambah empat agen. Sebanyak 16 kecamatan di Kota Semarang telah tercover. Kami juga melakukan pendampingan,” katanya.

Dari data sebanyak 150 ribu PKL di Kota Semarang, yang riil menjadi anggota APKLI sebanyak 60 ribu PKL. “Tetapi jumlah itu belum sepunuhnya tercover. Ada kurang lebih 10 ribu PKL telah kami data untuk diajukan. Saat ini masih menunggu pencairan KUR,” katanya. (amu/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -