Polda Jateng Digugat Mantan Lurah Tambak Rejo

1034

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG РDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah digugat praperadilan oleh tiga warga, yakni Kartika Widiyati, Suyatmin dan satu lagi adalah mantan Lurah Tambak Rejo Semarang, Achmad Suparno. Gugatan tersebut terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka, yang saat ini sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, tercatat dengan nomor 3/Pid.Pra/2018/PN Smg.

Kuasa hukum Achmad Suparno, Wilmar Sitorus dalam gugatanya menyatakan, pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jateng melakukan kesalahan dalam proses penetapan kliennya sebagai tersangka. Menurutnya, ada dua pokok alasan yang diajukan. Yakni, mengenai legal standing dan prosedurnya.

Ia menyebutkan, untuk prosedur penetapan tersangka ada yang keliru dari pihak penyidik. Karena, kliennya tidak menerima tembusan surat penetapan tersangka lebih dahulu sebelum dibawa petugas penyidik. Selain itu, kliennya tidak menerima Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP).

“Sekarang putusan MK, SPDP harus diserahkan pelapor maupun terlapor. Hitungannya 7 hari sejak SPDP dibuat. Kan janggal,” kata Wilmar saat ditemui usai sidang, Selasa (3/6).

Dia juga menyampaikan, kalau kapasitas pelapor perlu dipertanyakan. Alasannya, lanjut Wilmar, Arif Taufan sebagai pelapor tidak mengerti betul pokok persoalannya. Karena, Arif merupakan pelapor yang menggantikan pelapor awal, Islamiyah.

“Taufan ini anaknya Islamiyah, dulu tahun 2015, Islamiyah yang melaporkan ke Harbantah Ditreskrimum. Sekarang 2017, Arif melaporkan ke Jatanras Ditreskrimum. Kan aneh,” sebutnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Polda Jateng, Kompol Hartono memastikan siap menghadapi gugatan itu apabila sudah ditunjuk pimpinanya. (jks/zal)