Protein dan Vitamin D Cegah Sarcopenia 

728

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh akan mengalami penurunan, termasuk otot. Meskipun seseorang termasuk pribadi yang senang berolahraga di usia muda, bukan berarti saat memasuki usia tua bisa terbebas dari kemungkinan terkena Sarcopenia.

Sarcopenia adalah kondisi di mana massa dan kekuatan otot akan hilang. Kondisi ini berkaitan dengan masalah kesehatan yang serius seperti kelemahan, kecacatan, morbiditas, dan mortalitas.

Umumnya, kondisi ini memengaruhi 4,6 persen pria dan 7,9 persen wanita yang rata-rata berusia 67 tahun. Penurunan massa otot dimulai pada umur 30 tahun dan biasanya berkurang 3-8 persen per 10 tahun.

“Selain karena faktor usia, sarcopenia bisa juga terjadi karena perubahan kadar hormon, kebutuhan protein berubah, neuron motorik mati dan kekurangan vitamin D,” terang dr Arien himawan, MKes, Sp GK dalam Seminar Awam Geriatri Cegah Penyakit dan Tetap Aktif Ketika Sudah Tak Lagi Muda di Atrium SMC RS Telogorejo, Semarang, Sabtu (10/3).

Menurut Arien, untuk mencegah supaya otot tidak gampang turun, orang dengan usia lanjut perlu memperhatikan asupan yang dikonsumsinya. Dijelaskan, asupan dengan protein dan vitamin D serta Omega 3 dan Omega 6 akan membantu pencegahan sarcopenia.

“Kemudian antioksidan juga, namun semua itu sama saja bohong kalau tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Makannya baik, aktivitasnya kurang ya tidak bisa,” imbuhnya.

Dampak dari adanya aktivitas fisik yang dilakukan, dapat menjadikan metabolisme dan insulin tubuh seseorang bekerja lebih baik. Hal itu akan berdampak pada kerja liver yang secara otomatis juga akan lebih baik.

Arien menyarankan, aktivitas fisik yang dilakukan seperti berjemur saat matahari pagi dengan jalan kaki, jogging hingga bersepeda dengan tahapan waktu. Mulai dari 20-30 menit, kemudian 40 menit, dan maksimal 1 jam.

“Prinsip ini juga berlaku untuk anak muda, hanya saja kan secara fisik tentu sudah berbeda. Disesuaikan saja,” tuturnya.

Terakhir, Arien menyarankan sejumlah makanan juga harus dibatasi oleh orang usia lanjut. Seperti makanan dengan karbohidrat olahan tepung, makanan manis, makanan dalam kemasan hingga makanan yang diawetkan.

“Prinsipnya itu konsumsi vitamin D lebih baik jika dibantu dengan sinar matahari, saya sarankan sekitar setengah delapan. Itu juga dibarengi dengan aktivitas,” tandasnya. (tsa/zal)