6.280 Warga Kesesi Belum Rekam E-KTP

507
KUNKER: Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Kesesi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNKER: Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Kesesi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 6.280 warga yang berada di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin (12/03) kemarin, belum melakukan perekaman E-KTP, jumlah tersebut adalah jumlah tertinggi warga yang belum melakukan perekaman, jika dibandingkan 18 Kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut terungkap, ketika Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Kesesi. Akibatnya ribuan warga tersebut terancam tidak bisa mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Tengah jika belum juga memiliki E-KTP, yang digunakan sebagai syarat untuk berpartisipasi pada Pilkada mendatang.

Plt Camat Kesesi, Usi Pusiana, Senin (12/3) kemarin, mengungkapkan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya sudah menugaskan beberapa staf kantor Kecamatan dengan membawa alat untuk melakukan jemput bola perekaman E-KTP, dengan mendatangi warga ke rumahnya masing-masing.“Sudah sepekan ini, petugas kami mendatangi warga ke rumah-rumah yang belum melakukan perekaman E-KTP, dan sudah kita mulai dari Desa Podosari,” ungkap Pusiana.

Pusiana juga mengatakan bahwa kemampuan tenaga kerja yang melakukan perekaman di Kantor Kecamatan Kesesi sehari hanya bisa melakukan perekaman 100 orang. Sehingga diperlukan waktu 60 hari. Sedangkan target yang diberikan dari KPU untuk pencatatan daftar pemilih, hingga bulan 6 April 2018 mendatang.

“Saya minta agar Kantor Kecamatan Kesesi alat perekamnya ditambah, demikian juga dengan tenaga kerjanya, agar 6 ribuan warga yang belum terekam E-KTP ini bisa ikut nyoblos dalam Pilkada nanti,” kata Pusiana.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pekalongan, Bambang Supriyadi, mengatakan warga yang belum melakukan perekaman E-KTP tersebut sebagian besar berada atau bekerja diluar kota.

Namun demikian pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) melakukan segala upaya, agar jumlah warga yang melakukan perekaman E-KTP jumlahnya terus berkurang, yakni dengan cara melakukan jemput bola tersebut.

“Jadi jumlah 6280 warga yang belum melakukan perekaman E-KTP jumlahnya terus menurun, itu sudah jumlah limitatif terakhir, dan tidak mungkin bertambah, warga yang mantap maupun yang ragu-ragu, diharapkan ketika pulang untuk melakukan perekaman E-KTP,” jelas Bambang. (thd/bas)