Cegah Hoax di Tahun Politik

626
DEKLARASI : Warga Sarirejo Kecamatan Semarang Timur mendeklarasikan anti hoax, ujaran kenencian, isu SARA dan radikalisme demi menjaga  persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
DEKLARASI : Warga Sarirejo Kecamatan Semarang Timur mendeklarasikan anti hoax, ujaran kenencian, isu SARA dan radikalisme demi menjaga  persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur mendeklarasikan dukungan kepada Polri untuk menindak tegas pelaku penyebaran hoax, ujaran kebencian, isu SARA dan radikalisme. Dukungan ini dirasa penting utamanya menjelang helatan pilkada yang tidak lama lagi akan berlangsung.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sarirejo, Riyanto,  mengatakan, deklarasi ini sebagai upaya mengantisipasi perpecahan bangsa akibat adanya berita hoax. Ia menilai, kemajuan teknologi, terutama dengan adanya media sosial telah membuat masyarakat rentan terhadap penyebaran berita yang mampu menimbulkan perpecahan.

“Ini gambaran dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan hanya untuk mendulang keuntungan. Kita harus ikut serta dalam pencegahan tersebarnya berita yang mampu memecah belah ini,” ujar Riyanto usai menjalankan salat subuh berjamaah bersama Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna dan masyarakat sekitar.

Kapolsek menambahkan, hoax, ujaran kebencian dan isu SARA memang sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa. Beberapa negara bahkan harus jatuh akibat adanya hoax yang tersebar di internal masyarakat.

“Sehingga hal ini memang perlu untuk diantisipasi. Apalagi sudah ada sindikat penyebar hoax yang tertangkap itu, ada Sarachen dan MCA,” ujarnya.

Agil mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau polsek setempat jika menemui pemberitaan di media sosial yang dirasa mengarah pada isu hoax dan SARA. Sehingga, secara bersama-sama dapat diupayakan untuk mencari kebenaran atas informasi yang tersebar tersebut.

“Kita cari bersama-sama mengenai kebenarannya. Jangan sampai kita juga terjebak ikut menyebarkan hoax,” tandasnya. (sga/zal)