Ormas Diminta Bersinergi dengan OPD

852
ORMAS EXPO : Sejumlah pengunjung melihat stand ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Ormas Expo di DP Mal, kemarin. Kegiatan tersebut digelar untuk menjalin kebersamaan antar Ormas dan Pemkot Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ORMAS EXPO : Sejumlah pengunjung melihat stand ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Ormas Expo di DP Mal, kemarin. Kegiatan tersebut digelar untuk menjalin kebersamaan antar Ormas dan Pemkot Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dituntut punya peranan dalam pembangunan Kota Semarang. Forum Komunikasi Ormas Semarang (FKSB) pun mendorong ormas sebagai pemantik semangat untuk berkarya nyata dan mendorong kemajuan di masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), AM Jumai mengatakan saat ini jumlah ormas dan LSM yang terdaftar di FKSB ada 220 lembaga. Sayangnya masih banyak ormas yang belum terdaftar di Kesbangpolinmas. “Kami ingin mengenalkan apa kegiatan ormas agar bisa diketahui masyarakat dalam stan Ormas Expo. Tugas ormas sendiri adalah mengisi ruang yang tak mampu dijangkau oleh pemerintah,” katanya saat membuka acara Ormas Expo 2018 di DP Mall Semarang, kemarin.

Diakuinya, selama ini memang ada beberapa laporan dari masyarakat mengenai ormas, termasuk jika terjadi penyimpangan dan pelanggaran. Padahal ormas dan LSM memiliki tugas dan tanggung jawab membantu pemerintah dalam proses pembangunan. Terutama dengan mengisi celah-celah yang selama ini belum terjangkau oleh pemerintah. “Ormas bisa bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai rumpun bidang kerjanya. Misalnya kesehatan dengan Dinas Kesehatan, pendidikan dengan Dinas Pendidikan. Ormas pun tidak boleh mengkritik tanpa memberikan solusi bahkan menakut-nakuti,” jelasnya.

Total ada sekitar 25 stan ormas yang ditampilkan dalam acara Expo selama 3 hari ke depan tersebut. Stan terbagi dalam berbagai rumpun bidang kerja, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. “Karena keterbatasan tempat, kami belum bisa mengikutkan semuanya dalam `Ormas Expo` kali ini. Jadi, baru 25 ormas. Namun, pameran ini jadi agenda rutin tahunan,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan acara tersebut menunjukkan jika Ormas di Kota Semarang guyub dan kompak. Pihaknya akan mendukung kegiatan FKSB dan bisa bersinergi dengan OPD, seperti dengan Dinas Koperasi dan UMKM yang bisa menyalurkan kredit Wibawa pada Ormas atau LSM. “Tadi disebutkan ada sekitar 200-an Ormas dan LSM, ini yang ditampilkan 25, ke depan semoga bisa bertambah sehingga akan tampak oleh masyarakat keberadaannya,” tambahnya. (den/ric)